Agus Lestiono: Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Kabupaten Banyumas Periode 2019-2024

0
1219

PURWOKERTO (cilacapnews.com) – Agus Lestiono merupakan mantan Anggota DPRD kabupaten Banyumas periode 2004 – 2009 dari Partai Demokrat, dan sekaligus Kabiro di media Delik Hukum untuk wilayah Banyumas. Dan kini sebagai Kepala Perwakilan Delik Hukum Jawa Tengah.

Menurut Agus Lestiono, bahwa pada tahun 2019 ia tergabung di Ormas Laskar Merah Putih (LMP) dan telah secara sah dikukuhkan sebagai Ketua LMP Markas Cabang kabupaten Banyumas periode 2019-2024.

“Untuk sekretariat Laskar Merah Putih (LMP) di Jalan dokter Angka No 7 Purwokerto, dengan jumlah 260 anggota.”katanya.

Dia menambahkan, bahwa di tingkat anak cabang yang baru berbentuk kurang lebih 15 anak cabang untuk mengoptimalkan di desa Maran (Markas Anak Ranting) adapun untuk sekretariatnya ditempat Ketua Markas anak cabang masing-masing.

Lebih lanjut, Eksistensi Organisasi Laskar Merah Putih (LMP) di wilayah Purwokerto teregistrasi di Kesbangpol dan diterbitkan Surat Keterangan Keberadaan (SKK) Ormas Laskar Merah Putih pada tahun 2019 awal.

“Harapan saya, supaya seluruh anggota Laskar Merah Putih (LMP) untuk bisa konsisten solid dan loyal secara internal, sekaligus dapat melaksanakan AD/ART dengan baik.”jelas agus

Karena organisasi ini telah berjalan untuk menolong masyarakat yang lemah, tidak mampu dalam hal perbankan, koperasi dan leasing.

Dengan motivasi adanya ormas-ormas yakni menciptakan Indonesia unggul karena seluruh ormas termasuk LMP seharusnya bersenyawa dengan TNI-Polri dan pemerintah serta masyarakat untuk mencapai cita-cita bangsa.

Sementara itu, Laskar Merah Putih (LMP) ikut serta mendukung penuh program kerja pemerintah 2019-2024. Maka dari itu mengajak semua anggotanya untuk mendukung program pemerintah, baik di pusat ataupun di daerah.

“Meskipun dalam masa Pandemi Covid-19, kami tetap melakukan kegiatan, salah satunya adalah memberikan paket sembako terhadap warga yang terdampak Covid-19.”paparnya.

Adapun MISI Laskar Merah Putih, siap membantu bilamana ada warga yang memiliki permasalahan terkait rumahnya itu akan dilelang. Dan bagi para orang tua yang memiliki anak sudah lulus sekolah (SMP, SMA, SMK) tetapi ijazahnya itu masih ditahan oleh pihak sekolah dikarenakan belum bisa menyelesaikan terkait administrasi. Maka kami siap membantu untuk mengambilkan ijazah yang ditahan pihak sekolah, terutama di sekolah negeri dan tanpa kami kenakan biaya.

“Sekiranya ada warga masyarakat yang tidak memiliki BPJS, KIS, dan tentunya pada saat mau berobat itu akan dikenakan biaya umum. Maka dari itu kami siap membantu untuk pengobatannya dan perawatan sampai sembuh, tetapi dikhususkan Rumah Sakit Negeri saja.”pungkasnya.(cn/hd/02).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here