Aksi Damai, Masyarakat Cilacap Menggugat (MCM). Geruduk Kejaksaan dan Panwas

0
557

Cilacapnews.com – Kelompok Masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Cilacap Menggugat (MCM)  datangi Kantor Kejaksaan Negeri Cilacap, Senin (9/1/2017). Kurang lebih ada seratus massa yang tergabung dalam MCM menyerukan untuk menindak tegas salah satu Paslon yang di duga melakukan money politik dan melanggar Undang – undang nomor 10 tahun 2016 pasal 73 dan PKPU RI nomor 12 tahun 2016 pasal 69.

Paslon Petahana di duga menjanjikan sejumlah uang sebesar 50 juta di hari dan zona kampanye yang bersangkutan dengan bahasa ajakan salam 2 jari kepada calon pemilih dan di saksikan oleh ratusan calon pemilih tidak di anggap sebuah pelanggaran oleh Panwaskab Cilacap.
Muhammad Lutfi Iskandar sebagai koordinator lapangan aksi unjuk rasa MCM menyerukan dalam orasinya menindak tegas paslon yang terbukti melakukan money politik, menolak politik uang dalam pelaksanaan Pilkada Cilacap tahun 2017, tegakkan hukum dan aturan seadil adilnya tanpa pandang bulu dan mengusut tuntas dugaan intervensi terhadap oknum Panwaskab.
” Kami ingin meminta keadilan,Masyarakat Cilacap Menggugat meminta kejelasan dari Panwaslu terkait money politik yang di lakukan salah satu paslon,panwaslu tidak menjalankan amanah sesuai undang – undang yang di amanahkan oleh masyarakat dan menyatakan bahwa salah satu palson tidak menemukan pelanggaran di dalamnya,walopun kami orang miskin tidak mau di bodohi dengan duit ,” Ungkap Lutfi.
Orasi MCM di sambut oleh Kasi Intel Kejaksaan Arif Abdillah meminta permohonan maaf bahwa yang menyangkut tindak pidana pemilu yang berwenang adalah Panwas.
” Kejaksaan hanya selaku penuntut umum dalam persidangan namun kami memberikan apresiasi kepada Masyarakat untuk tetap bersemangat dalam menciptakan situasi politik yang harmonis,jujur dan berwibawa ,” kata Arif.
Setelah melakukan orasi di Kantor Kejaksaan Negeri Cilacap, MCM melanjutkan aksi damai dengan berjalan kaki sambil membawa spanduk menuju Kantor Panwaskab Cilacap.
Perwakilan rombongan aksi damai di terima oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu ) Kab.Cilacap dan melakukan Audensi antar Sentra Gakumdu Pilkada Cilacap, yaitu Komisioner Panwaslu Warsid S.Pd , Komisioner Panwaslu Bachtiar Hastiarto, SH,MH, Komisioner Panwaslu Umi Fadillah, S.Ag,M.Si , dari Kejaksaan Negeri Cilacap Heriyanto, Kapolsek Cilacap Tengah AKP Aceng R , dari Polres Cilacap IPTU Selamet , SH , IPTU Hadi N, SH dan IPDA Agus Riyadi, SH.
Dari Masayarakat Cilacap Menggugat di wakili oleh Muhammad Lutfi Iskandar sebagai koordinator lapangan,Kamto,Dirwan, Simon Domingus dan Irsyad.
Ketua Panwaslu Kab. Cilacap Warsid mengatakan terkait laporan dugaan pelanggaran kampanye yg dilakukan oleh Tatto S. Pamuji setelah dikaji bersama Gakumdu tdk memenuhi unsur dlm pidana pilkada karena tidak ada gestur, ajakan yg disampaikan oleh pelapor sehingga dapat dikatakan menguntungkan bagi pelapor pada saat tanggal 15 Februari 2017.
” Kami menyadari bahwa keputusan Panwas tidak bisa memuaskan semua pihak tapi ini lah hasil maksimal kami melalui rapat dengan tim Gakumdu bisa menegakkan peraturan, dalam menjalanankan tugas kami di batasi oleh Aturan, kami tidak akan melakukan peninjuan kembali terhadap putusan itu, harapan masyarakat yang tidak puas dengan putusan kami boleh mereka melakukan klarifikasi kepada pimpinan kami Bawaslu Provinsi, Bawaslu RI bahkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu , ” tandas Warsid.
Mendengar jawaban dari Panwaskab Cilacap, Masyarakat Cilacap Menggunggat merasa kecewa dan akan menindak lanjuti agar bisa di buka Gelar Perkara.
” Ada upaya yang akan kita lakukan dengan mengkaji perkara dan tidak akan diam di sini, kami akan menggelar perkara ke jenjang yang lebih tinggi ke tingkat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu RI ,” ujar Lutfi. (nani/050904).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here