Aris Widiarso,SH : Prinsipnya Harus Amanah Sebelum dan Sesudah Menyandang Gelar “Anggota Dewan Yang Terhormat”

0
64

PURBALINGGA, cilacapnews.com – Siapa yang mau jadi anggota dewan yang terhormat…? Pastinya semua ingin. Anggota Dewan Yang Terhormat demikian rakyat Indonesia memanggilnya.

Gelar Yang Terhormat bukan berarti butuh dihormati. Sebutan itu melekat lebih karena tupoksinya. Mewakili, menyuarakan aspirasi rakyat secara umum dan konstituen di daerah pemilihannya.

Menjadi seorang politisi dan berjuang serius untuk masuk rumah rakyat atau gedung DPR pusat hingga daerah tidaklah dosa pun keharaman.

Seorang politisi mengidam-idamkan duduk menjadi anggota dewan, tidak dilarang. Setiap warga negara dengan syarat-syarat tertentu mencalonkan anggota dewan itu juga bukan pelanggaran hukum.

Siapa saja rakyat Indonesia asal memenuhi syarat boleh-boleh saja mencalonkan dan berkeinginan menjadi wakil atau corongnya rakyat.

Prinsipnya harus amanah sebelum dan sesudah menyandang gelar “Anggota Dewan Yang Terhormat”.

Seperti anggota dewan berikut ini. Adalah Aris Widiarso,SH yang sudah kali ketiga periode ini terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Purbalingga.

Berangkat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai kendaraan politiknya. Daerah pemilihan (Dapil) 1, Kecamatan Purbalingga, Bukateja dan Kemangkon sebagai lahan suaranya.

Pria kelahiran Purbalingga, 26 Juni 1971 ini selalu mendapat dukungan suara signifikan sehingga mengantarkan dirinya kembali menjadi anggota dewan.

Bahkan salah satu bagian dari rumahnya di Jalan Jambunegara, RT/RW.04/02 Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga dijadikan “Balai Aspirasi”.

Disinilah pria yang menikahi Sri Lestari menjalankan tugas wakil rakyat selepas ngantor, menerima tamu dari berbagai kalangan. Mendengar, menyerap dan mewujudkan aspirasi konstituennya.

Karier politik di parpol serta sebagai legislator dari bapak lima anak bernama Hasna Fauziyyah,SAg, Nurul Ummah,SE, Jays Moh Nafis, Nuha Shofiyya, Hamzah Abdurrahman terbilang cukup moncer.
Pak Aris, demikian sapaan akrabnya, tercatat duduk sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Purbalingga dari 2019 hingga sekarang. Pembina Yayasan HARUM (Harapan Ummat) dan Pembina Paguyuban UMKM “SABAR JAYA”.

Dalam karier organisasi, bapak yang sudah memiliki cucu bernama Rayyan As’ad Al Farisi, pernah dipercaya sebagai Ketua Bidang Kaderisasi DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Purbalingga (1998-2004), Sekretaris DPD PKS Kabupaten Purbalingga (2004-2009), Ketua DPD PKS Kabupaten Purbalingga (2009-2014), dan Ketua MPD (Majelis Pertimbangan Daerah) PKS Kabupaten Purbalingga (2015 hingga sekarang).

Sedangkan karier legislatif dari alumni SMA N 1 Purbalingga, S1 UNU Surakarta ini diketahui sejak masuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Purbalingga tahun 2009 hingga sekarang (tiga periode berjalan dengan sekarang) adalah pernah menjadi Ketua Komisi 2 (2010-2014), Ketua Baleg (2015-2019) dan pastinya Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Purbalingga (2019 hingga sekarang).

Tiga periode berturut-turut duduk dan terpilih menjadi wakil rakyat dari partai yang sama dan dapil yang sama pula, tentu suatu hal yang amat luar biasa.

Semua menjadi bukti sosok Aris Widiarso,SH merupakan harapan konstituen yang bisa amanah dan mewujudkan aspirasi masyarakat. Tanpa amanah dan mewujudkan harapan masyarakat, mustahil bisa tiga periode berturut-turut tanpa jeda duduk dan terpilih sebagai wakil rakyat. (tro).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here