BPMPT Cilacap Pro Investasi

0
440

Cilacap news.com – Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Cilacap, akan memberikan kemudahan perizinan investasi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Terciptanya iklim investasi yang kondusif ini dengan memberikan pelayanan cepat, mudah, murah, dan transparan kepada masyarakat, sehingga kini di setiap daerah dilaksanakan pelayanan terpadu satu pintu. Hal tersebut lantaran sudah adanya SOP (standard operating procedure) masing-masing.

Kepala BPMPT Cilacap, Budi Santosa Selasa (17/5) mengatakan, kami memang sudah ada SOP-nya masing-masing. Namun, baru 13 izin yang sudah SOP, untuk izin yang lain sedang diusahakan untuk dilengkapi agar ada SOPnya.

“Kalau misalkan SIUP (surat izin usaha perdagangan) dan TDP (tanda daftar perusahaan) di SOP-nya tiga hari, maka kami kalau bisa satu jam, ya satu jam, begitu persyaratannya lengkap tidak harus sesuai SOP,” katanya.

Dia menambahkan, tujuannya adalah untuk memudahkan para calon investor dan siapapun yang akan berkepentingan dengan perizinan, sehingga dengan SOP-SOP tersebut diharapkan ada kepastian tentang rentang waktu dan biaya serta hal-hal teknis lain terkait dengan perizinan akan lebih pasti, jaminan lebih besar kepada pelanggan, customer, investor dan masyarakat.

“Hal-hal yang tidak perlu pengecekan lapangan, saat itu juga akan segera diselesaikan perizinannya sepanjang persyaratannya lengkap,” katanya.

Itu dilakukan, menurut Budi, dalam rangka memberikan peluang bagi investor untuk berinvestasi di Cilacap serta mendukung kebijakan pemerintah terkait layanan perizinan.

“Sudah menjadi komitmen kita semua dan secara prinsip kita support, dari pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah untuk bisa membantu para investor dan lain-lain yang membutuhkan proses perizinan,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya berupaya memberikan bantuan dan dukungan sepenuhnya kepada investor dengan memfasilitasi berbagai kemudahan.

“Khusus dalam kebijakan investasi, Pemerintah Kabupaten Cilacap akan mengawal investor tidak hanya pada proses awal proses perizinan tetapi juga saat investasi tersebut berjalan,” tegasnya.

Budi menjelaskan, kami ada ‘policy’ bahwa sampai kapanpun ketika investor menjumpai kendala di lapangan seperti dalam proses konstruksi, perselisihan sosial dengan lingkungan, kami akan selalu ada di sana, sehingga diharapkan para investor bisa merasakan aman dan nyaman berinvestasi di Cilacap.

“Hal itu kami lakukan, karena sering kali kendala muncul saat eksekusi di lapangan, sehingga pihaknya harus bisa berkoordinasi serta mengawal investor. Kami juga berupaya melaksanakan pengawasan dan pengendalian termasuk mengidentifikasi kendala yang muncul.,” katanya.

“Kendala-kendala itu datang dari mana, apakah dari investor itu sendiri atau dari lingkungan sekitar. Itu yang akan kami coba pecahkan manakala ada ‘bottle neck’ yang terjadi,” katanya.

Disinggung mengenai target, Budi menjelaskan, bahwa target setiap tahunnya sebesar Rp. 600 Miliar.

“Kami optimis target tersebut akan tercapai, karena untuk tahun ini sudah merealisasikan diatas Rp. 10 Triliun,” tandasnya.

Budi menambahkan, capaian hasil tersebut atas kerjasama antara pemerintah dan masyarakat  beserta seluruh steakholder yang ada di Kabupaten Cilacap.

“Kita selalu menunggu sinergitas seluruh pihak-pihak yang berkepentingan untuk menjual Cilacap, agar terlihat lebih cantik dan seksi dimata investor, sehingga pada akhirnya nanti, simbol-simbol ekonomi baru akan terbangun untuk mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (RUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here