Dalam Rangka Harlah LBH-PK ke 18, Kali Ini Ziarah Maqom Syech Makdum Wali dan Senopati di Karanglewas Banyumas

0
84

PURWOKERTO (cilacapnews.com) – Kantor Pusat Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran kembali melaksanakan ziaroh sebagai rangkaian acara Harlah ke-18. Dan lokasi ziaroh kali ini adalah maqom Syech Makdum Wali dan Senopati Mangkubumi yang terletak di Karanglewas Kabupaten Banyumas. Tepatnya sekitar 300 meter sebelah utara museum Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Salah seorang dari dewan pendiri yang sekaligus kepala divisi organisasi, sumber daya manusia dan program bantuan hukum LBH-PK Hartomo, SH., MH mengatakan bahwa ziaroh masih dalam rangka rangkaian acara Harlah LBH-PK ke-18 pada 14 Mei 2021 kemarin,” katanya pada Jumat (21/5).

Dan agenda-agenda ziaroh ini, imbuh Hartomo, merupakan saran dari ketua umum LBH-PK Bapak H. Sugeng, SH., MSI agar Harlah LBH-PK kali ini di isi dengan ziaroh ke maqom para ulama, waliyulloh di Banyumas Raya dan sekitarnya. Rangkaian prosesi ziaroh di isi dengan tawasul, pembacaan Yasiin, tahlil dan doa. “Tadi kita berdoa agar LBH-PK ini kembali diberi keberkahan, tetap kokoh, kuat dan maslahat dunia akherat,” ujar Plt Ketua LBH-PK Cabang Banyumas tersebut pada awak media cilacapnews.com.

Dari berbagai literasi sejarah di ketahui sekitar abad ke-15 M Syech Makdum Wali datang ke Kadipaten Pasirluhur. Syech Makdum Wali ssndiri merupakan seorang priyayi sekaligus juru dakwah Kerajaan Demak Bintoro. Datang ke Kadipaten Pasirluhur atas titah langsung Raden Patah untuk melakukan syiar Islam di wilayah Pasirluhur (Banyumas).

Kala itu Kadipaten Pasirluhur ada dibawah kepemimpinan Raden Banyak Blanak di bantu Patih Wirakencana alias Raden Banyak Geleh dimana keduanya merupakan kakak beradik.

Kahadiran Syech Makdum Wali dengan misi dakwah Islamiyahnya yang penuh kedamaian dan kasih sayang disambut baik oleh Raden Banyak Blanak serta Patih Wirakencana. Bahkan dukungan penuh diberikan oleh Kadipaten Pasirluhur atas usaha dakwah Syech Makdum Wali. Atas dukungan dan jasa-jasanya, Raden Banyak Blanak dan Patih Wirakencana diminta hadir dalam pisowanan agung di Kerajaan Demak. Oleh Raden Patah keduanya diberi anugerah gelar kehormatan. Raden Banyak Blanak mendapat gelar kehormatan Senopati Mangkubumi I.

Sementara itu Raden Banyak Geleh mendapat gelar kehormatan Senopati Mangkubumi II. Dikomplek pemakaman Sywch Makdum Wali terdapat tiga makam. Disisi utara, makam Senopati Mangkubumi I.

Adapun makam Syech Makdum Wali berdampingan dengan makam Senopati Mangkubumi II. Hartomo mengungkapkan ssjarah demi sejarah perlu di ketahui dan dipelajari oleh generasi sekarang.

Hal yang sama juga ada di LBH-PK dimana sejarah berdirinya, siapa-siapa dewan pendirinya, apa visi misi dan filosofi lembaga perlu sekali dipelajari oleh setiap advokat yang berhimpun di LBH-PK baik pusat, korwil dan cabang di seluruh Indonesia. “Jangan melupakan sejarah, jangan juga melupakan lembaga ini yang telah menjadi wasilah perjuangan, pengabdian sehingga banyak advokat beken, dikenal luas karena lembaga ini,” pungkas Hartomo. (cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here