Demi Kecerdasan Anak Bangsa, Pendidikan di Kabupaten Cilacap Tidak Boleh Padam

0
242

CILACAP (cilacapnews.com) – Adanya Pandemi covid-19, mengakibatkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, khususnya di wilayah Kabupaten Cilacap menjadi terhenti. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penularan covid-19 di sekolah.

Namun, hal tersebut tidak menyulutkan niat seorang guru muda nan cantik Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kabupaten Cilacap, Anggaeni Dwi Retnosari, SPd (45) untuk tetap mengajar anak didiknya meskipun tidak melalui tatap muka di Sekolah.

Anggaeni Dwi Retnosari Guru Sekolah Dasar (SD) mengatakan, di tengah situasi Pandemi Covid-19 ini, dirinya mengajar para anak didiknya melalui sistem “Luring” atau Luar jaringan.

“Para Guru kooperatif dengan menemui siswa langsung untuk melakukan kegiatan belajar secara berkelompok,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem “Luring” atau Luar jaringan dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti dan anak didik tetap mendapat pelajaran guna kelangsungan pendidikan mereka.

“Saya merasa prihatin dengan situasi Pandemi covid-19 yang berkepanjangan ini dan berjalan kurang lebih delapan bulan, namun tak kunjung usai sehingga berdampak pada proses belajar mengajar,” ungkap Dwi.

Lebih lanjut, imbas yang dirasakan para anak didik adalah kurangnya penyerapan pelajaran karena sekolah terhenti sehingga “Luring” ini sangat diperlukan. Namun dirinya juga tidak menyalahkan karena semua ini memang situasi dan kondisi yang harus dimengerti oleh semua pihak.

Menurutnya, bahwa pendidikan khususnya di Kabupaten Cilacap tidak boleh padam dan harus tetap berjalan demi kecerdasan anak bangsa. Selain itu, pendidikan merupakan modal utama guna kemajuan bangsa itu sendiri.

“Saya merasa berkewajiban untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, oleh karenanya pengabdian saya sebagai guru harus saya lakukan dengan baik, ikhlas dan penuh tanggung jawab,” tegas Dwi.

Dia merespon positif adanya program “Guru Bergerak” yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui Kemendikbud dan sebagai guru, tentunya ikut serta berperan aktif mengikuti program tersebut. “Guru penggerak, itu salah satu jawaban yang tepat.

Sebelumnya, ia dan beberapa guru lain dari tingkat TK hingga SMA/SMK di Cilacap sudah mengikuti diklat pelatihan guru penggerak yang diselengarakan melalui online.

“Saya berharap dengan adanya sistem belajar mengajar saat ini, para anak didik dapat mengikuti pelajaran dengan aman dan nyaman serta anak diminta untuk kreatif dan inovatif tanpa ada unsur paksaan seperti pemikiran pahlawan pendidikan “Ki Hajar Dewantoro,”imbuhnya.

Sebagai guru, dirinya tidak merasa puas dengan terus berinovasi dalam mengabdi di dunia pendidikan demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Cilacap salah satunya dengan IT yakni Geoglement Virtual melakukan diskusi dan tanya jawab.

“Pesan saya kepada rekan-rekan guru agar tetap bersemangat mengajar di tengah situasi Pandemi covid-19 dan kedepan untuk lebih meningkatkan kompetensi guru serta bisa menggunakan IT agar tidak ketinggalan jaman sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai,”pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here