Diketemukan, Korban Tenggelam di Bendungan Sungai Tambra Purbalingga

0
393

PURBALINGGA (cilacapnews.com) – Korban tenggelam di Bendungan Trowinangun Sungai Tambra Desa Karangtengah Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga akhirnya ditemukan sekitar pukul 14:15 wib, Senin (30/11/2020).

Menurut informasi sebelumnya, bahwa korban tenggelam adalah pemuda bernama Anjar Prasetyo (14) Warga Desa Maribaya RT 08 RW 02 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga yang tenggelam pada Sabtu (28/11/2020) sekira pukul 12.30 Wib saat sedang mandi bersama paman dan 2 orang saudaranya di Bendungan Trowinangun Sungai Tambra.

Dengan adanya laporan dengan peristiwa tersebut, maka dari Unsur SAR Gabungan yang terdiri dari Posramil Kertanegara Kodim 0702/Purbalingga, Polsek Kertanegara, Basarnas Cilacap, BPBD Purbalingga, Pemadam Kebakaran Bobotsari, SAR Purbalingga, SAR Perwira, SAR PRC, Ubaloka, PMI, Rapi dan Warga sekitar segera bertindak cepat melaksanakan upaya pencarian dan penyelamatan.

Serka Wijo Sunarko selaku Babinsa Posramil Kertanegara Kodim 0702/Purbalingga menyampaikan, bahwa untuk Desa Karangtengah yang turut dalam proses pencarian korban.

“Tidaklah mudah proses pencarian ini, dihari pertama lokasi pencarian dimulai dari lokasi korban pertama kali tenggelam yaitu di sekitar Bendungan Trowinangun disusuri dan diselami sampai beberapa ratus meter ke hilir ternyata belum dapat membuahkan hasil, akhirnya pencarian dilanjutkan di hari kedua namun lagi-lagi pencarian juga belum membuahkan hasil walaupun sektor pencarian telah di perpanjang hingga sekitar 15 KM sampai hilir sungai yaitu di Bendungan Slinga.”ungkapnya.

Ia menambahkan, dihari ketiga pencarian yaitu Senin (30/11/2020) tepatnya sekitar pukul 14.15 WIB pencarian membuahkan hasil, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan posisi tengkurap di bawah dinding pondasi bendungan yang memiliki kedalaman sekitar 8 M dengan jarak dari tepian sungai sekitar 12 M.

Sementara itu, Ndut (47) salah satu warga Desa setempat yang juga turut dalam pencarian ini menuturkan, bahwa bendungan Trowinangun Sungai Tambra oleh masyarakat setempat dipercaya memiliki aura magis, angker begitulah, kejadian serupa sering terjadi beberapa waktu yang lalu.

“Selain Tim SAR gabungan, pihak keluarga juga meminta bantuan ‘Jenggala’, kalau tidak salah ada sekitar 8 orang tadi nampaknya, mereka berasal dari Dusun Jenggala, Desa Karangturi Kecamatan Mrebet, mereka ikut turun mencari dengan menyelam, kemampuan mereka menyelam dapat dikatakan diluar kemampuan manusia rata-rata karena mereka dapat bertahan didalam air berpuluh-puluh menit tanpa bantuan alat selam dan paham dengan arus bawah air.”katanya.

Lebih lanjut, bahwa keberadaan merekapun biasanya sedikit misterius karena biasanya jarang mau berinteraksi dengan anggota tim lainnya apalagi terekspos, begitu selesai menemukan korban biasanya mereka langsung pulang menghilang tanpa pamit dengan tim lainnya.

I Nyoman Sidakarya selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap mengatakan, Operasi SAR secara resmi di tutup dan semua unsur di kembalikan ke kesatuanya masing-masing.

“Korban setelah dievakuasi dari lokasi penemuan segera ditangani oleh Inafis Polres Purbalingga, Puskesmas Karantengah untuk dilaksanakan visum medis, selanjutnya jenazah dibawa kerumah duka di Desa Maribaya Kecamatan Karanganyar untuk dilaksanakan pemakaman,” Pungkasnya. (cn/hd/02).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here