Dinas Perikanan Cilacap Dalam Sosialisasi & Monitoring, Temukan Formalin Dalam Ikan Asin Jenis Teri Nasi

0
1300
Cilacapnews.com  – Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap melalui Bidang Usaha Perikanan dan di hadiri oleh 30 pedagang laksanakan sosialisasi monitoring dan uji pengguanaan bahan kimia bagi produk perikanan ikan basah dan ikan asin yang di pasarkan oleh para pedagang Pandanaran di Tpi Pandanaran Teluk Penyu Cilacap, Jumat (18/8).
Kegiatan di awali dng pemaparan tentang pemahaman cara pengolahan pendingin dan pengawetan yang sehat untuk di konsumsi.
Kabid Usaha Perikanan Cilacap Ir. R. Nanang Kusbiantoro M.Si menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan pengarahan kepada pedagang ikan basah dan ikan asin yang terdapat obyek wisata di Teluk Penyu Cilacap tentang cara pengolahan produk perikanan yang sehat dan bahayanya efek yang akibat penggunaan bahan perngawet dan pewarna yang di larang apabila di konsumsi manusia.
” Kita juga memastikan produk perikanan yang di jual oleh pedagang maupun pengolah ikan akan aman di konsumsi oleh masyarakat, maka di lakukan pengetesan terhadap produk perikanan yang di jual oleh mereka ada bahan kimianya atau tidak, karena sangat berbahaya penggunaan jenis bahan adiktif, sudah ada larangan apabila di tambahkan pada produk pangan seperti formalin ( formaldehyde) ,borak, pewarna tekstil ( metanil yellow) auramin berwarna kuning dan rhodamin B karena sangat berbahaya untuk kesehatan , ” tutur Nanang.
Kegiatan di lanjut dengan uji penggunaan bahan kimia pada contoh produk ikan asin yang di jual oleh para pedagang di antaranya ikan asin jenis teri nasi, teri besar , ikan belanak, cumi, bilis dan gabus.
Dari semua contoh produk ikan asin yang di test, Nanang mengungkapkan di temukan jenis ikan asin yang mengandung bahan kimia formalin yang berbahaya yakni pada ikan asin jenis teri nasi.
” Kalo produk yang lainnya tidak mengandung bahan berbahaya dan aman untuk di konsumsi , ” ungkapnya.
” Produk ikan asin teri nasi yang positif mengandung bahan berbahaya di peroleh pedagang dari Pantura, mereka hanya membeli, kita tidak tahu pantura mana karena bukan produk dari Cilacap, Dengan adanya temuan ini kita akan menindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Provinsi , ” ujar Nanang.
Para pedagang sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut bahkan mereka juga sangat aktif saat sharing berbagi informasi tentang pengolahan produk pengolahan yang sehat dan aman di konsumsi oleh masyarakat.
Nanang menghimbau pada pedagang agar berhati – hati dalam memilih produk yang akan di jual dan tidak menggunakan bahan berbahaya dalam membuat produk olahan (ikan asin) sendiri, selain itu beliau meminta para pedagang tidak curang dalam menimbang.
” Kalau harganya lebih murah tapi timbangannya di kurangi bisa membuat pembeli kecewa tinggal harganya saja yang di sesuaikan sehingga pembeli puas ,” tandasnya. (nani/050904)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here