Disaat Senggang, H.Sugeng, SH., MSI Ketua Umum LBH-PK Punya Hobi Memancing

0
277

PURWOKERTO (cilacapnews.com) – Low profile dan hobi mancing. Itulah sekelumit gambaran dari sosok pria yang akrab disapa “Pak Sugeng”. Memancing sudah menjadi hobinya sejak kecil, berlangsung sampai sekarang. Saat luang digunakannya untuk memancing bersama kolega, stafnya.

Menurutnya memancing tak sekedar memancing. Ada pendidikan akidah dan filsafat di dalamnya. “Kalau kesabaran itu sudah pasti mas,” ujarnya saat memancing pada Sabtu (6/2) sore.

Untuk menggapai asa, cita, tujuan harus bersabar. ” Sabar yang dilandasi iman dan taqwa mas, jadi nilainya ibadah,” imbuhnya.

Advokat beken kelahiran Cilacap asal Purbalingga ini mengatakan ikan di kolam kan banyak, tapi tidak selalu saat memancing dapat ikan. Artinya cari jalan-jalan halal dalam hidup di dunia. Memancing adalah halal, dapat ikan tidaknya yang penting sudah mancing. Begitulah seharusnya hidup, luruskan niat, kuatkan ihtiar pasti ada rizki.

Sugeng yang pernah mengenyam pendidikan pondok pesantren ini meyakini setiap kita melangkah, kapan, kemana dan dimanapun disitu sudah AllahSWT siapkan rizki kita.

Pria yang masuk dalam jajaran petinggi Ketua DPP Himpunan Pengusaha Nahdliyin ini terlihat sangat menikmati saat-saat memancingnya. Ikan yang di dapatkannya pun ia bagi-bagikan. “Setiap rizki yang kita peroleh harus bernilai sosial sehingga terwujud kesalehan sosial,” katanya.

Ketua umum Forum Nasional Bantuan Hukum (FORBANKUM) Indonesia ini meyakini bahwa harta, rizki yang di dapat selalu ada hak orang lain di dalamnya. “Rizki yang di bagi dan dimakan bersama akan menumbuhkan keberkahan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Pria yang sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Purbalingga pada pilkada 2015 dan 2020 ini tak pilih-pilih orang. “Orang baik itu yang bermanfaat untuk sesamanya dan orang berderajat tinggi itu yang paling bertaqwa, ” ungkap pria yang tetap di gadang-gadang menjadi bupati Purbalingga 2024 nanti.

Dalam realitasnya memang Sugeng tak pernah membeda-bedakan sesamanya. Dia bisa menempatkan dirinya sebagai pemimpin, bos, teman, sahabat bahkan bisa menjadi orang tua. “Semua komponen lembaga ini punya peran, andi besar dalam memajukan lembaga termasuk fultimer, office boy,” ungkapnya.

Terlihat saat meminta bantuan pada staf, karyawan dan office boy di lembaganya maupun di kantor advokatnya, Sugeng salalu memulai dengan kata “Pak, Mas, Mba, Ibu”. Semisal “Pak Yanto tolong belikan makan siang njih untuk orang-orang di kantor”. Saat tiba di kantor usai dari Jakarta, Sugeng selalu mengucapkan salam saat memasuki kantor, lalu tanya kesehatan dan dilanjut ” Udah pada makan belum? di lanjut beli makanan,”. Dekat dan bersama beliau selalu ada hikmah yang bisa diambil dan ditularkan pada sesamanya.(cn/tro/05).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here