Diskusi Publik, Masyarakat pemilih, Harus Cerdas Memilih Paslon

0
374

Cilacapnews.com – Diskusi Publik yang di selenggarakan di Hotel Dafam Jalan Wahidin Cilacap di ikuti oleh Tim Kampanye Calon Bupati dan Wakil Bupati, Perwakilan Parpol, Tokoh Masyarakat, Pertungguan Tinggi, Ormas dan Kalangan Media, Rabu (16/11/2016).

Menjelang berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Cilacap 15 Februari 2017 mendatang KPUD Kabupaten Cilacap dan Panwas Kab. Cilacap menggelar Diskusi Publik dengan tema Menghadirkan PilBup Cilacap yang Demokratis.

Sebagai Nara Sumber Ketua KPUD Cilacap Sigit Kwartianto, Ketua Panwas Kab. Cilacap Warsid dan Kasat Reskrim Polres Cilacap AKP Agus Supriyadi mewakili Polres Cilacap  AKBP Yudho Hermanto yang tidak bisa hadir.

Ketua Panwas Kab. Cilacap mengatakan bahwa tujuan diadakannya Diskusi adalah memunculkan ide – ide bagaimana Pemilihan yang Demokratis, Pemilihan di katakan demokratis apabila Regulasinya bisa tegas dan jelas tanpa Multitafsir.

Harus bisa mengahadirkan Paslon yang bebas dari persoalan, Penyelenggara harus Independent memperlakukan hal sama pada Paslon tanpa pengecualian dan masyarakat harus cerdas tidak hanya melakukan pemilihan tanpa pertimbangan yang cerdas.

Penting bagi Masyarakat mempunyai informasi yang cukup atas Pasangan Calon mampu membawa Aspirasi Masyarakat sesuai yang di harapkan , ” kata Warsid.

Netralitas Birokrasi adalah harga mati bahwa PNS harus netral sesuai dengan Undang – Undang Aparatur Sipil Negara ( ASN ) termasuk di dalamnya Kepala Desa dan Perangkat Desa di larang mengumpulkan massa untuk mendukung salah satu calon, dan tidak melakukan Black Campaign dengan menggunakan fasilitas negara. Dalam hal ini media pun bisa mengawal mengontrol dan bisa mengekspos apabila terjadi pelanggaran.

Namun yang terjadi Sejak tanggal 24 Oktober saat di mulainya Kampanye ketiga Paslon sudah melakukan pelanggaran Administrasi dengan tidak menunjuķan ke pihak Polisi. Apabila melakukan acara Blusukan, tatap muka, dialog dengan komunitas tertentu yang seharusnya   melapor ke pihak kepolisian dengan aturan bersurat.

Kami akan melakukan evaluasi terkait pelanggaran alat kampanye alat peraga yang saat ini masih di langgar dengan memasang gambar Paslon di pohon di tiang dan pelanggaran lainnya ,” ungkap Warsid. (nani/050904).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here