Dua Puisi Menyentuh Hati, “Katanya”, dan “Menatap Wajahmu”

    0
    36

    Saya teringat pernah suatu hari saat berada di titik nadir kehidupan menorehkan beberapa puisi. Berbagai buku di rak dan lemari kembali saya buka untuk menemukan puisi tersebut. Dan, Alhamdulillah bisa ketemu. Judul pertama “KATANYA”. Kedua “MENATAP WAJAHMU”.

    (1). KATANYA

    Katanya…..
    Hidup ini indah
    Indahnya bak hamparan permadani
    Begitu harum menyengat hidung
    Begitu halus tuk dilangkahi kaki
    Begitu mempesona warna bila dipandang mata.

    Katanya…..
    Hidup ini hanya sebentar
    Bak musafir minum dipadang pasir lalu pergi
    Hamparan masalah tuk diatasi
    Hamparan ibadah tuk dijalani
    Hamparan syariat tuk ditekuni
    Hamparan hakikat tuk dimasuki
    Dan……
    Hamparan ma’rifat tuk bertemu Ilahi Rabbi.

    Ditulis pada 1 APRIL 2006.

    (2). MENATAP WAJAHMU

    Dari jauh…..
    Kuingin memelukmu
    Kuingin menciumu
    Kuingin mendekapmu
    Tuk bercinta dengan mesra

    Kuberlari, berlari, berlari dan berlari

    Tapi…..
    Jalan ini penuh duri
    Tajam, tajam dan tajam

    Tapi…..
    Jalan ini penuh lubang
    Kujatuh, jatuh dan jatuh

    Tapi…..
    Jalan ini sangat licin
    Kuterpeleset, terpeleset dan terpeleset

    Aku coba tuk tegak berdiri
    Demi menatap wajahmu Ya Rabbi
    Walau aku tak bisa seperti sufi

    Tapi…..
    Aku akan terus, terus dan terus
    Mencobanya.

    Ditulis pada 1 APRIL 2006.

    Demikianlah beberapa puisi yang pernah aku tulis.

    Semoga bermanfaat.

    Penulis : Sugiyantoro, S.Ag.
    (Kepala Bagian Pengelolaan Media Sosial pada Kantor Pusat Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here