GMBI, Tuntut DPPKAD Minta Maaf Atas Aksi Pornografi Ratu Tawon di Cilacap

0
417
Cilacapnews.com – Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia datangi Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ( DPPKAD ), Senin ( 28/8/). Di pertengahan bulan Agustus 2017 Yamaha Vixion Motor Semarang show promo keluaran produk baru dari Yamaha mereka menyajikan hiburan dengan penampilan penyanyi  dangdut dan aksi panggung yang cukup vulgar dan erotis dengan pakaian yang minim.
Hal tersebut yang mengundang gunjingan masyarakat Kabupaten Cilacap karena di tampilkan di tempat umum dan di konsumsi masyarakat banyak dan yang melihat tidak hanya orang dewasa tetapi juga anak – anak di bawah umur sehingga memancing reaksi GMBI untuk menegur pihak pemerintah yang nota bene sebagai pemberi ijin atas terlaksananya aksi panggung tersebut.
Ketua GMBI Cilacap Tu’kin Sakedy menyampaikan bahwa aksi tersebut sudah melanggar Undang – undang pornografi No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi di situ di sebutkan apabila ada materi seksual yang di buat dan di lakukan manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, GERAK TUBUH, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai media komunikasi atau PERTUNJUKAN DI MUKA UMUM yang memuat kecabulan atau EKSPLOITASI SEKSUAL yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.
” Adanya kegaduhan publik oleh penampilan konser Ratu Tawon yang di laksanakan di alun – alun Cilacap dan di sebelah alun – alun terdapat masjid Agung Cilacap ada aksi pornografi yang tidak bermoral jadi kita meminta pertanggung jawaban kepada pihak pemberi ijin dan penyelenggara supaya ada efek jera sehingga aksi tersebut tidak di ulang lagi di kemudian hari supaya masyarakat Cilacap tidak terindikasi masalah moralnya , ” ungkap Tu’ kin.
” Tuntutan kami meminta pihak pemberi ijin dan penyelenggara meminta maaf kepada masyarakat atas kelalaian mereka, apabila tuntutan kami tidak di penuih maka kami akan melakukan aksi besar – besaran , ” pungkasnya.
Kedatangan GMBI di temui oleh Sekretaris DPPKAD Drs. Kadar Solih, M.si dalam audensinya yang di sampaikan Kadar Solih pemerintah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas aksi artis Dian Sastra Mahameru saat even Yamaha Vixion Show yang kebetulan di laksanakan bulan Agustus di momen HUT RI sehingga masyarakat menganggap aksi tersebut masih dalam rangka rangkaian acara HUT RI
Pada saat pihak Even Organizer Yamaha Semarang meminta ijin sudah di welingi agar bersikap sopan dalam menyajikan penampilannya, kami akan menyampaikan kepada pihak Yamaha untuk meminta maaf. Ke depannya menjadi Introspeksi  Pemerintah Kabupaten Cilacap apabila memberikan ijin tempat akan di tambah Clausal dengan menjaga kesopanan etika dan tidak menentang norma agama, hal ini sebagai pembelajaran kepada kami agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Apabila suatu pemerintahan ada kedzoliman dan kemaksiatan maka suatu pemerintah tidak akan di berkaih oleh Alloh Swt.( nani )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here