Grounbreaking Proyek PLTU Expancy 1 X 1.000 MW Semakin Memperkuat Kelistrikan Jawa-Bali

0
402

Cilacapnews – Groundbreaking peletakan batu pertama (Groundbreaking ) Proyek PLTU Expansi 1 X 1.000 MW , PT Sumber Segara Primadaya ( S2P ), Rabu (12/10/2016 ) di Desa Karangkandri Kecamatan Kesugihan Cilacap di hadiri oleh Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamuji, Forkomindo, Presiden Direktur PT. S2P Mohammad Rosul dan pejabat S2P lainnya.
Groundbreaking Proyek PLTU Expansi 1 X 1000 Megawwat (MW) merupakan proyek pembangkit 35,000 MW yang di lakukan oleh Independent Power Producer (IPP) PT Sumber Segara Primadaya (S2P) dengan pemegang saham PT Sumber Energi Sakti Prima (SSP) dan pembangkit Jawa Bali (PJB) PLTU tersebut nantinya akan semakin memperkuat sistem kelistrikan Jawa – Bali.
Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso menjelaskan, teknologi ultra supercritical membuat PLTU Cilacap Ekspansi tak boros bahan bakar. Batu bara yang dibutuhkan lebih sedikit dibanding PLTU dengan teknologi lebih rendah, dan efisiensinya mencapai di atas 45 persen.
“Ultra supercritical ada yang sangat tinggi. Yang jelas, ini di atas 45 persen efisiensinya. 1 kilogram (kg) batu bara biasanya menghasilkan listrik 2 kWh untuk nilai kalor 5.000, untuk yang lebih efisien 1 kg itu bisa untuk 2,1 kWh. Jadi, per kWh hanya 0,49 kg (batu bara) atau di bawah itu,” lanjutnya.
Harga listrik yang dihasilkan dari PLTU Cilacap Ekspansi kurang lebih US$ 6,31 sen/kWh atau sekitar Rp 820/kWh.
“US$ 6,31 sen per kWh, dengan harga batu bara yang sekarang lebih rendah lagi,” imbuh Iwan.
Batu bara yang dibakar di pembangkit berkapasitas 1.000 MW ini kira-kira 5 juta ton per tahun.
“(Kebutuhan batu bara) 4-5 juta ton per tahun, suplainya dari Kalimantan dan Sumatera,” katanya.
Pembangunan PLTU raksasa proyek 35.000 MW yang pertama kali dibangun ini ditargetkan selesai dalam 39 bulan atau kuartal I 2020. Tetapi S2P berjanji akan berupaya mempercepat, sehingga bisa mulai beroperasi di pertengahan 2019.
Total biaya investasi untuk PLTU Cilacap Ekspansi mencapai US$ 1,389 miliar atau sekitar Rp 18,2 triliun. Konsorsium IPP S2P berutang ke Bank of China, China Development Bank, dan Bank Rakyat Indonesia untuk proyek ini.
PLN optimistis pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Cilacap Ekspansi Fase 2, 1×1.000 MW bisa selesai dalam waktu kurang dari 3 tahun. Salah satu dari delapan proyek “pembangkit listrik raksasa” dalam program 35.000 MW ini dimiliki oleh Independent Power Producer, yaitu PT Sumber Segara Primadaya (S2P).
Dalam acara groundbreaking, S2P telah berjanji mempercepat penyelesaian proyek.
Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan, proyek bisa dikebut karena izin-izin sudah diselesaikan semua, lahan juga sudah siap seluruhnya, tinggal dikerjakan saja.
“Boleh dikatakan sudah dalam kontrol kita semua, tinggal teknis. Makanya S2P ingin mempercepat kurang dari 36 bulan,” kata Iwan.
Biasanya, pembangunan pembangkit menjadi molor karena proses pembebasan lahan dan perizinan yang rumit. Untuk proyek PLTU Cilacap, semua itu sudah selesai. Lalu ada beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan secara paralel, sambil menunggu financial closing, misalnya engineering design, land clearing, dan sebagainya.
“Yang paling menghambat kan lahan dan perizinan, termasuk AMDAL , ini kan sudah selesai semua. Kemudian ini salah satu yang bekerja pararel, meskipun saat itu belum financial closing tapi tahap-tahap sudah dimulai engineering design, land clearing, bahwa sudah siap untuk pondasi. Ini salah satu cara,” paparnya.
Jaringan transmisi dan distribusi untuk PLTU Cilacap Ekspansi juga sudah selesai dibangun. Jadi ketika PLTU ini rampung, listriknya bisa langsung mengalir ke masyarakat.
“Sudah selesai (jaringan transmisi dan distribusi), tinggal nyambung saja. Nggak ada kendala nanti nggak bisa masuk karena transmisi. Beda sama PLTU Batang, (PLTU) Tanjung Jati,” ucapnya.
Keberadaan PLTU Cilacap Ekspansi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan industri, mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.”saat ini pemerintah mennggalakan pembangunan infrastruktur, salah satunya listrik.tentu tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dan memajukan kesejahteraan masyarakat”, ungkap Iwan.(Nani)050409

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here