H. Sugeng, SH., MSI : Apresiasi Untuk Polres Purbalingga Atas Turunnya SP2HP Kasus Orang Hilang

0
162

Purbalingga, cilacapnews.com – Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran (LBH-PK) Pusat menyampaikan apresiasi kepada Polres Purbalingga. Hal ini berkaitan dengan turunya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kasus orang hilang bernama Lasmono Bin Muheni alias Lasmono (42) warga Kelurahan Toyareja RT. 002 RW. 001 Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga yang sempat viral di berbagai media sosial hingga sampai saat ini.

“Apresiasi untuk Polres Purbalingga atas turunya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP),” katanya pada awak media saat di hubungi melalui sambungan telepon pribadinya pada Rabu (14/7).

Dengan turunya SP2HP, lanjut advokat beken yang juga menjabat sebagai ketua umum Forum Nasional Bantua Hukum (Fornas-Bankum), babak baru pencarian orang hilang bernama Lasmono yang lebih dikenal sebagai ustadz dimulai.

“Polres Purbalingga sudah mengambil langkah-langkah konkrit, semoga ada titik terang mengenai hilangnya sang ustadz dan ditemukan dalam keadaan sehat serta selamat,” imbuhnya.

Sebagai informasi, hilangnya Lasmono hingga hari ini masih menyisakan tanda tanya dan misteri besar bagi istri, keluarga serta koleganya. Pasalnya, keberadaan dan nasib sang ustadz bapak dua anak itu tidak diketahui pasti. Kejadian bermula pada hari Senin (14/6) sekitar pukul 17.30 Wib, Lasmono meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor NMAX warna putih bernopol R-6460-1V.

Kepada Sri Rofikoh (40), istrinya, Lasmono mengatakan kepergiannya untuk mendatangi Ma’ani yang beralamat di Desa Siremeng, Pulosari, Kabupaten Pemalang untuk keperluan bisnis investasinya. Namun hingga sekarang Lasmono belum juga kembali. Ciri-ciri korban, tinggi badan 167 cm, badan gemuk, rambut pendek (Cepak), hidung sedang, kulit putih, memakai baju koko pendek warna hitam, celana jeans panjang warna hitam, sepatu abu-abu, jaket abu-abu, menggunakan masker warna hitam.

Kasus hilangnya Lasmono yang diketahui sebagai ustadz, guru ngaji, imam masjid, penyuluh agama, pengurus PC. GP Ansor Kabupaten Purbalingga dan pengurus MWC NU Kecamatan Purbalingga tersebut menjadi perhatian serius advokat asal Purbalingga sekaligus ketua umum LBH-PK H. Sugeng, SH., MSI.

Sugeng mengatakan ini masalah serius, masalah kemanusian. Pada Kamis (1/7) Sugeng beserta Tim Advokat LBH-PK mendampingi Sri Rofikoh, istri korban melapor ke Polres Purbalingga.

Advokasi (Pendampingan), advis dan bantuan hukum yang diberikan kepada istri korban adalah gratis tidak dipungut biaya sepeserpun. Dan pada Sabtu (10/7) Sugeng memberikan bantuan sembako serta uang santunan kepada istri korban. Istri korban, Sri Rofikoh menyampaikan selama ini hanya suami yang mencari nafkah menjadi tulang punggung bagi ia dan dua anaknya. (cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here