H. Sugeng, SH., MSI Menarik Diri Dari Seluruh Proses Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Bupati Purbalingga 2020-2025

0
209

PURBALINGGA (cilacapnews.com) – Pademi Covid19 tak mau pergi, menghantui seluruh anak negeri. Kini 4 (empat) alasan mendasar dari pengunduran diri H. Sugeng, SH. MSI terbukti. Sebagaimana di beritakan di berbagai media cetak dan online bahwa H. Sugeng, SH., MSI telah menarik diri dari seluruh proses penjaringan dan penyaringan Bakal Calon Bupati Purbalingga 2020-2025.

Sorotan dan analisa mendasar menjadi terbukti. Pilkada serentak di masa pandemi Covid19 masih diperdebatkan berbagai kalangan.

Ditemui di Kantornya Jl. S. Parman Purbalingga, advokat senior, pendiri dan ketua umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perisai Kebenaran tersebut menegaskan kembali alasan pengunduran dirinya.

Pertama, tidak ada yang bisa menjamin bahwa akan reda. Padahal seluruh prosesi pilkada sangat berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

Kedua, tidak ada jaminan warga masyarakat akan disiplin menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Ketiga, sebaiknya anggaran pilkada di alokasi dan dialihkan untuk membantu warga terdampak pandemi Covid19.

Keempat, keselamatan, kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan lebih dijunjung tinggi daripada sekadar kepentingan politik termasuk perebutan kekuasaan untuk menjadi seorang bupati.

“Saya benar-benar prihatin melihat perkembangan Pandemi Covid19 ini dan itulah 4 (empat) alasan mendasar saya mengundurkan diri,” tegas Sugeng.

Sebagai advokat senior juga ketua umum LBH-PK dirinya sudah berbuat maksimal menunjukkan kepeduliannya. “Saya dan LBH-PK di semua korwil (provinsi), cabang (kabupaten/kota) sudah membagikan 3000 lebih masker, sembako untuk meringankan kesusahan warga,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui Sugeng merupakan cabup terkuat, diunggulkan bisa memenangi kontestasi pilkada serentak di Purbalingga. Massa ril, miltan, tanpa berbayar masih solid sampai sekarang. Perolehan suara 45,49℅ pada pilkada serentak 2015 menjadi hal menarik tak bisa dianggap enteng semua kontestan saat ini.

“Memang banyak yang menyayangkan saya mundur, tapi mau bagimana lagi pelaksanaannya di masa pandemi,” kata Sugeng. Reporter lapangan media ini mencoba menanyakan arah suara 45,49℅, Sugeng menjawab diplomatis “Hemmm…Bismillah saja mas,” tuturnya.

Secara hakikat siapa yang akan menjadi bupati Purbalingga kali ini sudah ditentukan AllahSWT. Secara strategi-taktik salah satunya ya yang mendapatkan limpahan suara 45,49℅ dari basis, relawan, simpul yang terus saya bangun dengan konsep “Kerja Lan Ngibadah sampai saat ini.”tegas Sugeng menutup sesi wawancara media ini.(cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here