H.Sugeng,SH.,MSI : HPN Harus Memberikan Manfaat Bagi NU dan Indonesia

0
277

PURWOKERTO (cilacapnews.com) – Potensi struktur dan kultur yang di miliki Nahdlatul Ulama amat besar. Potensi yang besar ini haruslah di sinergikan sehingga menjadi sebuah kekuatan besar yang meneguhkan eksistensi organisasi dan meneguhkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Problem besar kita bersama hari ini adalah bagaimana merumuskan formula dan konstruksi agar potensi NU semakin berdaya. Hal ini di sampaikan H.Sugeng,SH.,MSI saat mengikuti agenda Zoom Meetings Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Nahdliyin, Rabu (3/2) malam.

Gelaran virtual yang dimulai Pukul. 20.30 hingga 23.30 Wib merupakan ajang konsolidasi internal pengurus baru ditingkat pusat. Bisa di katakan acara ini merupakan ajang konsolidasi para petinggi, pejabat atau pengurus teras DPP HPN.

Pantauan koresponden lapangan cilacapnews.com melihat Sekretaris Jenderal DPP HPN H. Lukmanul Hakim, SH., MM bertindak sebagai moderator. Acara dimulai dengan mendengarkan sambutan perdana Ketua Umum DPP HPN Ir. H. Abdul Kholik, MM. Usai sambutan ketua umum dilanjutkan dengan mendengarkan paparan para ketua DPP HPN.

Ketua DPP HPN H. Sugeng, SH., MSI menjelaskan apa yang menjadi mandat dan tupoksinya. Sebagimana diketahui bersama Sugeng yang merupakan Dewan Pendiri, Ketua Umum dan Direktur pada Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran Pusat saat ini masuk dalam jajaran Ketua DPP HPN. Advokat beken asal Purbalingga kelahiran Cilacap ini duduk di Ketua 8 DPP HPN bidang advokasi hukum, bisnis dan kebijakan pemerintah. Termasuk di dalamnya adalah advokasi pemberdayaan pesantren dan potensinya.

“HPN adalah kanal baru ekonomi NU. Kerja-kerja advokasi mencakup semua dimensi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” tegas pria yang menjabat juga sebagai Ketua Umum Forum Bantuan Hukum Jawa Tengah dan Forum Nasional Bantuan Hukum Indonesia tersebut.

Lebih lanjut Sugeng menjelaskan dirinya sudah berkoordinasi dengan PC dan MWC NU di Purbalingga. Sugeng mencontohkan potensi NU Kabupaten Purbalingga yang besar karena dirinya berdomisili di kabupaten tersebut.

“Salah satu pesantren di Purbalingga sudah siap untuk dikembangkan potensinya. Sehingga jangan sampai ada santri bingung atau susah mencari kerja. Maka perlu ada Balai Latian Kerja Pesantren (BLK-Pesantren). Nah di Purbalingga sudah ada itu,” kata Sugeng.

Tak luput sejumlah isu strategis nasional bidang sosial, ekonomi dan teknologi dibahas dalam forum para petinggi DPP HPN tersebut. “HPN harus memberikan manfaat bagi NU dan Indonesia,” pungkas Sugeng mengakhiri paparannya. (cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here