H.Sugeng,SH.,MSI : Memiliki Sederet Jabatan dan Posisi Strategis Dalam Kiprah Organisasi Keadvokatan

0
342

PURWOKERTO (cilacapnews.com) – SOSOK advokat senior yang pantang menyerah, pekerja keras, keyakinan pada kuasa AllahSWT kuat dan humble (familier). Karakter diatas melekat pada diri H. Sugeng, SH., MSI. Advokat senior asal Purbalingga ini tak hanya menjadi nahkoda di Lembaga Bantuan Hukum “Perisai Kebenaran” semata.

Pak Sugeng demikian orang menyapanya memiliki sederet jabatan dan posisi strategis dalam kiprah organisasi keadvokatan, kesosialan dan kemasyarakatan. Boleh di bilang putra desa tapi reputasi, kiprah, sepakterjangnya meng-Indonesia.

Siapa sangka, Sugeng yang di pilkada Purbalingga 2015 kalah tipis 45,49% dari rivalnya Tasdi. Sempat mencalonkan diri sebagai calon bupati Purbalingga 2020 namun demi kemanusiaan karena masa Pandemi Covid19 menarik diri menjabat di organisasi nasional prestisius. Dewan Pendiri sekaligus Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) “Perisai Kebenaran” bukanlah satu-satunya jabatan yang disandangnya.

Ia juga menjabat Sekretaris Dewan Syariah Majelis Pengurus Pusat Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (MPP-ISMI) bersama tokoh nasional lainnya. “Alhamdulillah sehat Mas. Iyah ini baru ikut Zoom Meeting. Dimulai tadi Pkl.10.00 s.d 11.30 WIB. Nahh zoom meeting itu terselenggara berkat kerjasama antara ISMI debgan IJB NET (Indonesia Jepan Business Network) dan saya selaku Sekretaris di Dewan Syariah MPP-ISMI,” ungkap Sugeng saat dihubungi via teleponnya pada Jumat (18/9).

Ia menambahkan kalau dirinya berkantor di Jakarta, Kamis-Minggu siang. Sedangkan Senin-Rabu berbagi kantor antara Kantor Pusat LBH-PK Jl. Kranji, Purwokerto dan kantor advokatnya di Purbalingga.

Ditambahkan dirinya berpesan kepada seluruh advokat, paralegal, staf karyawan di lembaganya untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah diatur oleh pemerintah dimanapun berada. “Mengikuti dan melihat perkembangan Covid19 ini saya menekankan kepada setiap insan hukum di LBH-PK baik Korwil, Cabang, staf karyawan untuk menjaga diri, keluarga dan masyarakat sekitar dengan memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan dengan sabun,” imbuhnya.

Sebagai advokat sekaligus ketua umum LBH-PK dirinya terus memantau, mengikuti setiap perkembangan pelaksanaan pilkada 2020 terlebih Purbalingga masuk dalam gerbong tersebut. “Saya memantau, mengikuti perkembangan di daerah saya Purbalingga.

Iya sering ditanya “Pak Sugeng, mudah mana memimpin LBH atau Bupati Purbalingga?,” Jawaban saya Bismillah dengan pengalaman selama ini bagi saya memimpin pemerintahan daerah, menjadi bupati itu lebih mudah. Semua sudah ada, sistem, regulasi, anggaran, SDA-SDM nya tersedia. Tinggal di menej dengan baik lagi, kasih sedikit sentuhan kepemimpinan, keberanian dan ketegasan dalam memimpin. Sedangkan memimpin LBH, semua mencari sendiri, mandiri, ” pungkasnya kepada koresponden media ini saat menelponnya. (cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here