Hartomo,SH.,MH : Alhamdulillah Hari Ini LBH-PK Pusat Berziaroh Ke Maqom Bupati Pertama Banyumas di Dawuhan

0
83

BANYUMAS (cilacapnews.com) – Tugas kesejarahan setiap anak bangsa adalah “mikul dhuwur mendhem jero” sejarah bangsa atau daerahnya. Sadar bahwa ada para leluhur, pendiri yang menjadi asbab bangsa atau daerah ini menjadi ada, berdiri kokoh hingga saat ini.

Hal ini menjadi wasiat, nasehat advokat beken kelahiran Cilacap, asal Purbalingga yang menjadi ketua umum Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran H. Sugeng, SH., MSI.

Berdasar hal itu pula Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran melakukan ziaroh ke maqom Bupati Pertama Banyumas Raden Djoko Kahiman di komplek pemakaman Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Sabtu (29/5). Sekitar pukul 10.30 Wib.

Hartomo, SH., MH yang merupakan salah satu anggota dewan pendiri sekaligus Kadiv Organisasi, Sumber Daya Manusia dan Program Bantuan Hukum LBH-PK Pusat tiba di makam Dawuhan dan di sambut juru kunci Sukirman. Hartomo langsung menuju pusara makam Raden Djoko Kahiman lalu bertawasul, membaca Yasin, tahlil dan doa.

Dikonfirmasi awak media cilacapnews.com usai ziaroh, Hartomo mengatakan bahwa kedatangannya berziaroh adalah atas arahan, mandat ketua umum H. Sugeng, SH., MSI dimana ketua umum memberikan arahan agar peringatan Harlah LBH-PK ke-18 pada 14 Mei 2021 ini di isi dengan melakukan ziaroh ke maqom para ulama, auliya dan leluhur di Banyumas Raya.

“Alhamdulillah hari ini LBH-PK Pusat bisa berziaroh ke maqom Bupati Pertama Banyumas di Dawuhan,” kata pria yang juga menjabat sebagai Plt Ketua LBH-PK Cabang Banyumas pada cilacapnews.com.

Sosok Raden Joko Kaiman atau Raden Djoko Kahiman, tambah Hartomo, adalah sosok kesatria pilih tanding yang rela berkorban dan tidak mementingkan kepentingan pribadi. “Hikmahnya adalah meneladani beliau atas jiwa kesatrianya yang rela berkorban dan tidak mementingkan kepentingan pribadinya,” imbuh Hartomo.

Dari berbagai sumber di ketahui bahwa Raden Djoko Kahiman atau Raden Djoko Semangoen adalah putra Raden Harjo Banjaksosro Adipati Pasir Luhur. Sejak kecil ia mendapatkan asuhan dari orang tua angkatnya Kiai dan Nyai Mranggi di Kejawar. Kiai Mranggi punya nama sebenarnya Kiai Sambarta dan Nyai Mranggi punya nama Nyai Ngaisah.

Setelah Raden Djoko Kahiman dewasa lalu mengabdikan diri pada Kiai Adipati Wirasaba saat itu yang bernama Adipati Wargo Oetomo I. Pada akhirnya Raden Djoko Kahiman menjadi menantu Adipati Wargo Oetomo I. Adipati Wargo Oetomo I menikahkan Raden Djoko Kahiman dengan putri sulung bernama Rara Kartimah. Setelah menjadi Adipati Wirasaba VII, Raden Djoko Kahiman membagi daerah kekuasaannya menjadi empat bagian wilayah kekuasaan.

Raden Djoko Kahiman membaginya menjadi wilayah Banjar Pertambakan untuk Kiai Ngabehi Wirayudo, wilayah Merden untuk Kiai Ngabehi Wirakusumo, Wirasaba untuk Kiai Wargawijoyo, sedangkan Raden Djoko Kahiman sendiri memilih kembali ke Banyumas membangun pusat pemerintahan yang baru. Lantaran kerelaannya itulah yakni membagi wilayah kekuasaan menjadi empat bagian kekuasaan (pusat pemerintahan) dikelak kemudian hari dikenal dengan sebutan “Adipati Mrapat”. (cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here