Hj.Elza Syarief,SH.,MH : UU ITE Dikenal Dengan UU ITE No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

0
83

PURBALINGGA (cilacapnews.com) – Advokat adalah profesi mulia nan terhormat. Profesi yang dilindungi undang-undang yakni UU RI No. 18 Tahun 2003 tentang advokat. Konsekuensi sosialnya pun tak bisa dianggap enteng. Setiap advokat harus ikut andil dalam berbagai program penegakkan hukum, edukasi hukum kepada masyarakat kecil agar masyarakat menjadi “melek hukum”.

Berdasar hal itu, dosen Megister Hukum pada Universitas Internasional Batam, Dr. Hj. Elza Syarief, SH., MH bertempat di Balai Desa Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga menggelar menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Senin (8/3) malam.

PKM itu sendiri berisi penyuluhan hukum dengan mengangkat tema UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Kepala Desa Kedunglegok, Sudarno menyambut baik program PKM berupa penyuluhan hukum. “Terimakasih kepada Ibu Elza Syarief yang hadir secara virtual di Desa Kedunglegok,” katanya.

Ia menambahkan acara diikuti oleh 30 orang terdiri dari perangkat desa, tokoh agama, masyarakat, pemuda, PKK dan Linmas. Dalam paparan virtualnya, Elza mengungkap sejarah munculnya UU ITE. “UU ITE dikenal dengan UU ITE No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” paparnya.

Kemudian, masih kata Elza, telah lahir suatu rezim baru yang dikenal dengan hukum siber atau hukum telematika, hukum siber atau cyber law, secara internasional digunakan untuk istilah hukum yang terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Pada sesi tanyajawab muncul 3 orang penannya. Warmanto Dansat Linmas menanyakan sejauhmana efektifitas UU ITE tersebut. Acara di tutup dengan doa dilanjutkan sesi foto bersama. (cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here