Hutang, 211 juta, Tanah Seharga 1,2 M Disita Pemenang Lelang.

0
900
Cilacapnews.com  – Tanah sengketa seluas 837 m2 dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Harjo Suwito ( 75)  terletak di Jalan Munggur Timur Kelurahan Mertasinga Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap juga  terdapat 4 unit rumah dan 1 bengkel motor pada akhirnya di bongkar.
Proses eksekusi pembongkaran lahan oleh Catur Setiawan sebagai pemenang lelang berlangsung tertib meski ada sedikit perlawanan dari pihak Harjo Suwito saat akan di laksanakan pembongkaran lahan.
Pengamanan proses eksekusi pembongkaran lahan di lakukan oleh Polres Cilacap di pimpin oleh Iptu Bambang SP, Rabu ( 4/10/2017 ).
Iptu Bambang menuturkan bahwasanya dari pihak Polres melakukan pengamanan terhadap Catur Setiawan untuk melaksanakan pembongkaran rumah.
” Yang punya rumah mau tidak mau harus meninggalkan rumah karena agunan yang di jaminkan ke Bank sudah di lelang kerana mempunyai hutang dan tidak bisa melaksanakan kewajibannya, apabila ada gugatan perlawanan dari pihak Harjo Suwito Nasun itu Ranahnya Pengadilan, kami dari pihak Polri apabila ada masyarakat minta pengamanan yang sudah menjadi hak dia dan sudah sesuai prosedur maka kami akan mengikuti apa yang di inginkan masyarakat untuk melakukan pengamanan dan pelaksanaan proses pembongkaran berlangsung tertib , ” ujar Iptu Bambang.
Berawal dari sertifikat atas nama Harjo Suwito Nasun di jadikan jaminan utuk meminjam uang sebesar Rp. 375.000.000 kepada Bank Danamon Jalan Suprapto Kecamatan Cilacap Selatan bulan Desember 2010 oleh Sulastri anak Harjo Suwito dalam jangka waktu 5 tahun.
Jangka waktu 5 tahun pihak peminjam ( Sulastri ) sudah menyicil sehingga hutang yang tersisa tinggal Rp.211.000.000 jatuh tempo pelunasan Bank tahun 2016 tapi dari pihak Bank telah di jual lelang.
” Kami masih sanggup melunasi hutang tapi kenapa dari pihak Bank Danamon sudah melelang tanah kami, rumah kami sudah di bongkar di mana lagi kita tinggal, rumah dan tanah itu satu – satu nya milik kami , ” ungkap Sulastri.
Melihat kejanggalan dari sistem lelang yang di lakukan pihak Bank Danamon maka pihak Harjo Suwito meminta bantuan hukum kepada Pengacara Bambang Sri Wahono. Kejanggalan tersebut adalah harga penjualan lelang sangat merugikan pemilik tanah karena harga lelang jauh di bawah harga pasaran, harga tranksaksi jual beli tanah yang tercatat di Kelurahan Cilacap Utara antara tahun 2013 – 2015 sesuai harga wajar 720 juta sedang hutang pihak Harjo Suwito sejumlah 211 juta maka masih ada selisih 509 juta dan tidak ada pengembalian dari pihak Bank, saat ini harga tanah dengan luas 837 m2 atau kurang lebih 60 ubin sudah mencapai 1,4 Miliar. ( nani/050904 ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here