Ketua Umum LBH-PK, Sugeng, SH., MSI Mengapresiasi Langkah Presiden RI Atas Dicabutnya Perpres No.10 Tahun 2021

0
228

PURWOKERTO (cilacapnews.com) – Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran (LBH-PK) Pusat H. Sugeng, SH., MSI mengapresiasi langkah Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo atas di cabutnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 10 Tahun 2021. Disebutkan bidang usaha penanaman modal yang di dalamnya membuka peluang usaha investasi minuman beralkohol atau minuman keras.

Sugeng mengatakan dirinya mengikuti semua dinamika sosial politik belakangan ini. Khusus hal Perpres No. 10 Tahun 2021 suasana kebatinan rakyat Indonesia memang amat terusik. Sebab di akui atau tidak mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam. “Alhamdulillah hari ini (Selasa, 2 Maret 2021) beliau Bapak Presiden sudah mencabutnya, saya apresiasi atas langkah tersebut,” kata Sugeng.

Ia mengatakan menyaksikan Live Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, Istana Merdeka, Selasa, 2 Maret 2021 di channel YouTube resmi Kepresidenan. “Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan, lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol, saya nyatakan di cabut!,” demikian keterangan pers Presiden RI pada Selasa (2/3/2021).

Pengacara beken pendiri, ketua umum sekaligus direktur LBH-PK mendukung langkah Presiden RI dengan 7 alasan mendasar. Pertama, miras bertentangan dengan aturan agama Islam sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia. Kedua, lebih banyak madhorotnya daripada sisi kemanfaatannya. Ketiga, bisa meningkatkan angka kriminalitas yang tentunya akan sangat meresahkan rakyat. Keempat, bisa menghancurkan masa depan generasi muda baik fisik maupun mentalnya.

Kelima, miras bisa menghantarkan rakyat Indonesia kepada kebobrokan mental, spiritual dan akhlak baik sebagai pribadi maupun dalam pergaulan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Keenam, masih banyak investasi yang bisa di gali pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan ekonomi nasional karena Indonesia ini negara bangsa (nation-state) yang kaya raya dengan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Ketujuh, dalam perpektif akhirat miras adalah investasi neraka.

“Jadi dengan 7 poin alasan inilah LBH-PK mendukung dan mengapresiasi langkah Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mencabut Perpres No. 10 Tahun 2021 tentang bidang usaha penanaman modal yang di dalamnya membuka peluang usaha investasi minuman beralkohol atau minuman keras,” ujar Sugeng dalam siaran persnya pada wartawan. Sugeng berpesan pada semua pemimpin bahwa tugas pemimpin adalah ‘harosatuddin wa siyasatid dunya’ menjaga agama dan mengatur urusan dunia. (cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here