LBH-PK Menggelar Edukasi Penyuluhan Hukum di Desa Danasri Kecamatan Karangjambu

0
327

PURBALINGGA (cilacapnews.com) – HUJAN badai kan kuterjang. Lautan kan kusebrangi dan tingginya gunung kan kudaki. Itu bukan semata syair nan indah diucap pun enak di dengar. Hal ini dialami oleh tim penyuluh hukum dari Lembaga Bantuan Hukum “Perisai Kebenaran”. Tepatnya kemarin, Minggu (25/10) LBH-PK menggelar edukasi penyuluhan hukum di wilayah RT. 03 RW. 03 Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga.

Tim penyuluh hukum LBH-PK berangkat dari kantor cabang Jl. S. Parman tepat pukul 10.00 WIB. Perlu sekitar 2 jam untuk mencapai lokasi dengan harus berjibaku menerjang kabut, hujan, jalanan terjal dihiasi jurang di sisi kanan dan kirinya serta jalanan naik turun, berbelok nan sempit. Tetapi memang militansi, dedikasi, loyalitas serta integritas tim penyuluh hukum LBH-PK yang berangkat dengan 2 mobil itu layak diacungi jempol.

Sesampainya di lokasi tim penyuluh hukum dibantu panitia kecil setempat langsung menyiapkan segala sesuatunya. Diluar ruangan hujan disertai sambaran petir tetap menemani agenda penyuluhan hukum tersebut. Setelah semuanya dirasa siap acara pun dimulai. “Pangapunten sedoyo sudah siap njih? silahkan kepada tim penyuluh hukum dari LBH-PK memulai acaranya,” ujar Khusen,SH selaku tuan rumah sekaligus advokat LBH-PK yang berdomilisi di wilayah tersebut.

Sebagaimana diketahui LBH-PK mempunyai kegiatan penyuluhan dan konsultasi hukum gratis kepada masyarakat miskin atau kelompok orang miskin. Hal ini sesuai dengan amanat UU No. 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum Gratis Bagi Orang Miskin. “Ruang lingkup kerja LBH-PK itu nasional. Dengan filosofi memeratakan kesempatan memperoleh keadilan kegiatan penyuluhan hukum di adakan,” kata Kadiv Humas Hangsi Priyanto,SH.,MH dalam sambutannya mewakili ketua umum H.Sugeng,SH.,MSI.

Sementara itu ketua cabang LBH-PK Purbalingga Nugroho Notonegoro,SH.,MH didapuk sebagai pengampu penyuluhan hukum. Pasal demi pasal dari UU RI No. 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dikupasnya dengan cekatan. Forum penyuluhan hukum berjalan dinamis. Sesuai temanya ibu-ibu dari berbagi kalangan dan profesi menjadi sangat tepat untuk mendapatkan materi tentang UU Perkawinan ini.

Di sesi tanyajawab 4 orang penanya muncul. Murtiah seorang ibu berprofesi sebagai seorang penyuluh agama mengajukan pertanyaan tentang pernikahan dini. Winati bertanya tentang harta gono-gini dan waris. Muti bertanya tentang kenakalan remaja. Penyuluhan hukum berlangsung aman, tertib dan lancar. “Jadi silahkan ibu-ibu semua datang ke kantor kami LBH-PK untuk berkonsultasi problem hukum yang dihadapi,” pungkas Nugroho mengakhiri acara tersebut.(cn/tro/05).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here