LBH-PK : Menggelar Rakor Evaluasi Penanganan Perkara dan Merekomendasikan Dibentuknya Tim Monef

0
352

PURWOKERTO (cilacapnews.com) – Langkah Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) “Perisai Kebenaran” H. Sugeng, SH., MSI untuk melakukan optimalisasi peran dan fungsi OBH (Organisasi Bantuan Hukum) ternyata bukan isapan jempol semata. Sesuai rekomendasi Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Kasus pada Selasa (25/8) kemarin, bahwa akan di bentuk Team Monitoring dan Evaluating (Team MONEF LBH-PK Pusat) kini dirinya sudah meneken Surat Tugas sebagai dasar hukum organisasi bagi team melakukan langkah-langkah strategis.

“Iya, ketua umum sudah meneken Surat Tugas bernomor 84/LBH-PK/S1/PW1/VIII/2020,” Ketua Umum LBH-PK H. Sugeng, SH., MSI melalui Kepala Divisi Humas Hangsi Priyanto,SH.,MH.

Ditambahkan oleh Hangsi, Surat Tugas Team Monef ditandatangani oleh Ketua Umum pada Rabu (26/8), efektif masa kerja Team Monef tgl 26 Agustus sampai 26 September jadi satu bulan Team Monef bekerja serta hasilnya harus langsung dilaporkan kepada Ketua Umum.

Dalam Surat Tugasnya Ketua Umum menunjuk Saudara Slamet Kusnandar,SH sebagai Ketua Team Monef sekaligus mewakili unsur Dewan Pendiri LBH-PK, Dr. (C). Kurniawan,SH.,MH.,CPL dan Hartomo,SH.,MH sebagai anggota mewakili unsur Pengurus Pusat.

Menindaklanjuti turunnya ST, Team Monef yang diketuai Slamet Kusnandar,SH langsung menggelar Rapat Perdana di Kantor Pusat LBH-PK Jl. Mas Cilik No. 34, Kranji, Purwokerto, Sabtu (29/8) sore.

“Sebagaimana diketahui, kita bertiga ditunjuk oleh ketua umum untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Nah, mari kita putuskan ukuran, mekanisme dan pola kerja team agar menghasilkan rekomendasi strategis untuk dilaporkan kepada ketua umum,” kata Slamet membuka rapat perdana team monef dikantor pusat LBH-PK.

Dr. (C). Kurniawan,SH.,MH.,CPL, mencoba memakai berbagai pendekatan dan pisau analisa membedah peran, fungsi LBH-PK. “Pusat harus menjadi rujukan, memantapkan SDM maksimal, perlunya peningkatan kapasitas paralegal, meningkatkan pelatihan, seminar hukum,” ujar KaDiv Litigasi tersebut.

“Perlu kearifan melihat kondisi setiap cabang sebab kondisinya berbeda-beda, ” ungkap Hartomo.

Team Monef mengkaji semua hal, menganalisis dan menyimpulkan untuk kemudian melakukan langkah-langkah strategis-taktis menggenjot kinerja LBH-PK di semua sektornya baik litigasi maupun non litigasi. Optimalisasi perlu ditingkatkan guna kuantitas serta kualitas pelayanan hukum LBH-PK sesuai fungsi Organisasi Bantuan Hukum (OBH).

Optimalisasi adalah suatu konsep mencari titik temu optimal dengan tujuan sigma benefit yang maksimal. Sebagai informasi, LBH-PK dibangun berdasar 5 Karakter dan 4 Tertib. 5 karakter tersebut adalah keyakinan, kejujuran, kebersamaan, loyalitas dan keterbukaan.

Sedangkan 4 tertib meliputi tertib administrasi, personalia, keuangan, dan inventarisasi aset. Inilah yang menjadikan LBH-PK besar sampai saat ini, ujar ketua umum LBH-PK H. Sugeng, SH, MSI dihubungi via tlpnya.(cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here