Mengedarkan Uang Palsu, Kades Jeruk Legi Wetan Ditangkap.

0
781

Cilacapnews.com. Cilacap – Diduga mengedarkan uang palsu, seorang Kepala Desa (Kades) Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah berinisisal M (39) diamankan Satreskrim Polres Cilacap. Ungkap Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto, S.I.K, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Supriadi saat gelar perkara di Mapolres Cilacap, Jumat (26/01/18).
“Tersangka M, ditangkap di rumahnya pada Kamis (04/01/18), setelah anggota melakukan penyelidikan tentang adanya informasi peredaran uang palsu,” Sebelumnya, menurut Kapolres, tersangka M telah menggunakan uang palsu untuk membayar hutang, membayar honorer perangkat desa, membayar honorer ketua RT dan RW dan untuk membeli aneka mainan anak dengan maksud mendapatkan kembalian uang asli.
“Pelaku mengedarkan uang palsu, untuk menutup kekurangan Alokasi Dana Desa (ADD) 2017 sebesar Rp 500 juta rupiah yang telah digunakan untuk keperluan pribadi,” Tegas Kapolres. Hasil penyelidikan tersangka memesan uang palsu pecahan Rp 100 ribuan kepada E warga Tasikmalaya, Jawa Barat untuk perincianya Rp 5 juta rupiah dibeli dengan harga Rp 2,5 juta rupiah.
“Uang palsu inilah yang digunakan tersangka M untuk menutupi kekurangan dana desa termasuk membayar perangkat desa dan honor ketua RT dan ketua RW,” tegasnya. Terbongkarnya kasus ini, adanya informasi masyarakat dan perangkat desa yang tidak bisa menggunakan uang tersebut untuk belanja atau transaksi lain. jelas Kapolres
Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita uang palsu senilai Rp5 juta terdari dari pecahan Rp100 ribu serta beberapa berkas dana desa yang diselewengkan. Tersangka yang sudah 11 tahun menjabat Kades ini dijerat pasal berlapis yakni pasal 245 KUHP tentang pemalsuan uang dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara dan Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.
Selain kasus uang palsu oleh oknum Kades, polisi juga mengamankan dua tersangka dalam kasus yang sama DI dan DA asal Kecamatan Majenang, Cilacap. Kedua tersangka selama ini mengedarkan uang palsu dengan membelanjakannya ke warung-warung kecil.
Polisi menyita lima lembar uang palsu nominal Rp 100 ribu, tas slempang, HP, dan bungkus rokok sebagai wadah uang palsu. Keduanya dijerat Pasal 245 KUHP tentang pemalsuan uang dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, jika menemukan uang palsu segera dikomunikasikan ke Bank setempat untuk melakukan pengecekan atau melaporkan ke Kepolisian terdekat untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Kapolres. (RUS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here