Nur Eka Rahmanto, SH : Sudah Menjadi Hukum Alam, Profesi Apapun Bisa Berujung di Ranah Politik

0
261

PURWOKERTO (cilacapnews.com) – Ketua Dewan Pengawas Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran (Dewas LBH-PK) Pusat Nur Eka Rahmanto, SH angkat bicara soal kiprah dan sepak terjang keorganisasian dari ketua umum LBH-PK Pusat H. Sugeng, SH., MSI.

Menurutnya berbagai posisi dan jabatan yang disandang oleh Sugeng diberbagai organisasi profesi serta kemasyarakatan baik di tingkat lokal, daerah dan nasional adalah bukti atas pengakuan, integritas dan kapabilitasnya.

“Dalam konteks ini nama dan reputasi lembaga menjadi ikut naik seiring banyaknya posisi serta jabatan yang diamanatkan kepadanya, ” kata Om Eka sapaan akrabnya.

Selanjutnya masih menurut kolega yang sekaligus salah satu dewan pendiri LBH-PK tersebut mengungkap kajian politis dari rentetan posisi dan jabatan yang disandang pendiri, ketua umum sekaligus direktur LBH-PK H. Sugeng, SH., MSI.

“Sudah menjadi hukum alam, profesi apapun bisa berujung di ranah politik yakni pejabat eksekutif baik menteri, gubernur maupun bupati,” ungkapnya saat ditemui di acara buka bersama di rumah makan Dapoer Prambanan, Purwokerto, Selasa (4/5).

Ditambahkan oleh Eka bahwa kalau posisi dan jabatan Sugeng di tingkat nasional bisa ujungnya ke kabinet sedangkan di daerah bisa ke bupati. Dalam pandangannya Sugeng punya dua alternatif pilihan mencalonkan diri sebagai bupati. Sugeng kan lahirnya di Kabupaten Cilacap jadi bisa maju di Cilacap. Atau sesuai domisili bisa maju menjadi calon bupati Purbalingga.

“Menurut saya sih kansnya lebih terbuka lebar di Purbalingga,” imbuhnya.

Sebagai informasi Sugeng pernah mengikuti kontestasi pilkada Purbalingga sebagai calon bupati pada 2015 dan pada 2020 yang akhirnya menarik diri karena musim pandemi Covid-19. Sebagai kolega dan sesama pendiri LBH-PK tandas Eka, dirinya menyarankan kepada Sugeng untuk mewujudkan harapan warga Purbalingga dengan maju sebagai calon bupati kedepannya.

Eka sangat yakin kedepan kalau ada idzin AllahSWT dan dukungan tulus dari seluruh warga Kabupaten Purbalingga maka Purbalingga bisa mencapai kejayaan. “Saya yakin dan yakin sskali, Sugeng bisa membawa Purbalingga kearah yang lebih baik,” harapnya.

Kemudian Eka selaku ketua Dewas menyoal berbagai upaya pengawasan yang selama ini dilakukannya. Eka membeberkan berbagai model pengawasan di LBH-PK diantaranya pengawasan struktural, fungsional. Eka mengistilahkan model “Waskat” yakni pengawasan melekat.

Kinerja, harmoni, sinergi antara pusat, korwil dan cabang dari LBH-PK di seluruh Indonesia tak luput dari pantauannya. Menurutnya komitmen berlembaga serta kepedulian dan profesionalisme perlu ditingkatkan. Pusat sudah menjadi fasilitator yang baik bagi korwil dan cabang. Maka kewajiban dan komitmen berlembaga harus di laksanakan sebab untuk memutar roda organisasi utamanya pusat dibutuhkan dana besar.

Wilayah kerja ada di korwil dan cabang dan pusat hanya menjalankan fungsi fasilitasi semata. Eka mengajak setiap advokat, pengurus dan staf serta paralegal di LBH-PK bisa bekerja demi kejayaan lembaga dan tegaknya hukum di Indonesia. Lembaga sudah berbuat banyak untuk kita semua, maka jangan lupakan eksistensi lembaga.

“LBH-PK beruntung punya Sugeng yang sering nomboki keuangan lembaga agar bisa tetap berjalan dan beliau tidak pernah mengambil gajinya,” pungkas Eka menunjukkan kebanggaannya pada pola kepemimpinan yang diterapkan oleh Sugeng sehingga LBH-PK masih bisa berkiprah sampai saat ini. (cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here