Tinju, Olah Raga Yang Bisa Mengharumkan Bangsa Di Tingkat Dunia

0
523

Oleh : Ir. H. Adi Saroso, MM.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, dan dengan tetap menjunjung tinggi rasa Persatuan serta Kesatuan, pula tidak bermaksud mendiskreditkan apapun dan siapapun.
Dari semua cabang olah raga yang ada di Indonesia termasuk di Kabupaten Cilacap, hanya beberapa cabang olah raga yang berpotensi mengharumkan nama Negara Republik Indonesia di tingkat dunia.
Teruji dan Terbukti
Salah satu olah raga yang telah teruji dan terbukti mengharumkan Negara Indonesia di tingkat Dunia adalah olah raga Tinju, nama-nama petinju : Elyas Pical, Chris John, Daud Yordan, telah mengukir Negara Indonesia keseluruh Dunia. Dan itu semua bukan karena kebetulan atau karena suatu permainan licik mereka menjadi juara Dunia, tetapi mereka benar-benar mempunyai kelebihan-kelebihan dalam segala hal dari petinju-petinju terbaik dari Negara manapun di Dunia ini, termasuk Negara besar yang melahirkan petinju-petinju dunia.
Para petinju kita yang membuat petinju kelas dunia Negara lain “kedodoran dan ambruk” yang hampir seluruh dunia menyaksikannya, itu semua berkat pembinaan dan latihan mental,fisik serta teknik dari pemula atau awal.
Awal yang dimaksud adalah sebelum mereka menjadi juara-juara dunia, mereka dibina dan dilatih sebagai Petinju Amatir dibawah naungan Organisasi Olahraga Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) yang tergabung secara resmi pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Menjunjung Azas Keadilan
Tinju adalah olahraga yang sangat menjunjung tinggi azas keadilan, karena Petinju yang akan bertanding, maksimal 6 (enam) jam sebelum bertanding harus dilakukan timbang badan, kalau berat badan kedua petinju tidak sama dengan kelas yang akan dipertandingkan, maka pertandingan tidak akan dilaksanakan, dan pertandingan akan dilaksanakan bila Petinju sudah memiliki bobot yang sama, disinilah sulitnya seorang petinju karena harus menjaga berat badan tetapi juga disisi lain harus latihan keras agar staminanya dalam kondisi yang prima.
Tidak demikian dengan olahraga lain misalnya, Atletik, Sepakbola atau Volley Ball yang tidak ada persyaratan timbang badan, dengan ukuran lapangan/tempat bertanding yang sama tapi ukuran atau berat badan yang tidak adil, maka yang berat badannya lebih kecil walau mempunyai kemampuan teknis sama bahkan lebih, dapat dipastikan yang berat badannya lebih kecil dapat pasti akan selalu kalah, karena kalah power atau tenaga serta fisik.
Ini akan terjadi selamanya dan abadi kalau peraturannya tidak dirubah seperti aturan dalam Tinju, dan ini sudah terbukti, bahkan sering terjadi perselisihan para pengurus membicarakan kegagalan-kegagalan, padahal dipimpin oleh siapapun kalau peraturan-peraturan pertandingannya tidak dirubah yang didapat hanya sensasi bukan prestasi yang mendunia.
Mengurus Sekaligus Beribadah
Mengapa para petinju mempunyai keberanian yang luar biasa, tidak gentar meskipun dipukul, dan semakin beringas ketika ia melihat lawannya berdarah-darah, bahkan ada unsur untuk melampiaskan segala emosi yang selama ini ada dalam dirinya. Karena mayoritas petinju terlahir dari masyarakat marginal atau masyarakat pinggiran yang serba kekurangan, sulit bagi masyarakat yang eksis ekonominya rela anak-anaknya untuk menjadi petinju.
Jadi sebenarnya Tinju bisa jadi bukanlah olah raga pilihan bagi para petinju tetapi merupakan bentuk pelampiasan karena latar belakang kehidupan yang penuh dengan kekurangan dan nestapa. Maka mengurus Organisasi Tinju khususnya Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) bisa disebut sebagai ikut beribadah, karena pengurus tidak akan mendapatkan financial apa-apa, tetapi dituntut untuk meningkatkan prestasi, dan membuat agar para Petinjunya bisa tersenyum walau keadaan lingkungan keluarganya serba kekurangan.
Partisipasi Diharapkan Kepada Semua Pihak
Pengurus PERTINA sangat mengharap partisipasi semua pihak, karena Tinju benar-benar olah raga yang sangat berpotensi mengharumkan nama Bangsa dan Negara di tingkat Dunia, kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap dan KONI untuk dapat meningkatkan perhatian dan bantuan kepada Pertina, dan Pengurus sangat berterima kasih dengan bantuan yang sudah diterima dari Pemda Kabupaten Cilacap melalui KONI, perhatian dan bantuan-bantuan kepada cabang olah raga lain yang besar silahkan tetap dilaksanakan, walau hasilnya sampai kini masih pada batasan sensasi tapi belum prestasi. Tanpa kerjasama yang baik dan harmonis dengan semua pihak, sulit rasanya kita mengangkat mimpi kita untuk menjadikan Petinju-petinju kita berpotensi di semua kelas di kancah dunia.

Penulis : Ketua Dewan Pembina
Persatuan Tinju Amatir Indonesia
( PERTINA )
Kabupaten Cilacap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here