“Outer Sahabat Wanita”, Dukungan Terhadap Gerakan Anti Pelecehan Seksual

0
69

Generasi Universitas Jenderal Soedirman (GENSOED) membuat outer anti pelecehan seksual lengkap dengan alat pelindung dan barcode berisi layanan pengaduan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Mahasiswa tersebut adalah Janiatun Fitriani, Pingkan Zahra Azizah, Lauren Vanesa dan Annisa Nurul Hakim dari jurusan Sosiologi serta Nur Oktafiani dari jurusan Ilmu Keperawatan.

Outer anti pelecehan yang dikembangkan oleh kelima mahasiswa Unsoed dikenal dengan Outer Sahabat Wanita (OSW).

Outer tersebut terbuat dari perpaduan kain katun toyobo dengan kain tenun Sumba Toraja yang dilengkapi pocket spray berisikan air lada sebagai alat pelindung dan terdapat barcode yang berisikan layanan pengaduan milik Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak.

Di bawah bimbingan dosen jurusan Sosiologi, Dr. Dra. Mintarti, M.Si tim ini berhasil lolos pendanaan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan tahun 2021.

Latar belakang dari munculnya inovasi ini dikarenakan kekerasan seksual terhadap perempuan menjadi permasalahan yang terus terjadi bahkan kian meningkat.

Berdasarkan catatan tahunan (CATAHU) 2020 yang dipublikasikan oleh Komnas Perempuan, sepanjang tahun 2019 tercatat ada 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan.

Salah satu bentuk kekerasan seksual adalah pelecehan seksual (sexual harassment). Pelecehan ini dapat terjadi di mana saja seperti jalan, sekolah, kampus, tempat kerja, hingga transportasi umum.

Para wanita yang mengalami pelecehan seksual nonverbal di wilayah publik, biasanya enggan melaporkan kepada pihak yang berwenang karena rasa takut kepada pelaku.

Selain rasa takut, para korban yang enggan melaporkan disebabkan karena masih adanya penghakiman terhadap korban, merasa hal tersebut adalah aib dan kurangnya informasi mengenai alur pengaduan.

Berangkat dari isu tersebut, mereka memiliki ide untuk membuat outer anti pelecehan.

Outer Sahabat Wanita dengan tagline Stay Beauty, Stay Safe menunjukkan beberapa keunggulan diantaranya memiliki alat pelindung yang dapat membantu wanita melindungi dirinya dari pelecehan seksual dan tindak kejahatan lainnya.

Alat pelindung tersebut berupa pocket spray yang diisi dengan air lada sebanyak 15 ml, dapat diletakkan di kantong lengan kiri atas ataupun di kantong bagian depan.

Cara penggunaannya dengan menekan pocket spray ke arah pelaku kejahatan.

Efek semprotan yang diberikan dapat menjauhkan pelaku kejahatan dari pengguna outer ini.

Selanjutnya, meskipun outer ini hanya menggunakan kain tenun sebagai perpaduan dan bukan menjadi bahan utama, namun hal tersebut tidak menghilangkan sisi keindahan dari kain tenun Sumba Toraja.

Kemudian, produk ini juga didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan.

“Kami mengucapkan selamat atas usaha dan kerja keras kawan-kawan PKM-K menghadirkan produk Outer Sahabat Wanita. Kami menyambut baik inisiasi anda sebagai mahasiswa yang turut berjuang dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan” ujar Pino, Asisten Koordinator Divisi Pemantauan.

Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk perizinan untuk mencantumkan hotline pengaduan kekerasan seksual yang disediakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada outer sebagai bentuk kampanye dan edukasi bagi para perempuan.

Apabila barcode tersebut dipindai langsung maka akan mengarah pada layanan pesan WhatsApp.

Karena pada sejatinya, layanan pengaduan yang diluncurkan merupakan hak publik.

Hingga saat ini, outer dari OSW telah terjual sebanyak 7 buah dengan harga jual terbaru Rp 159.000.

Kegiatan produksi dilakukan di Ajibarang dan dijual secara online melalui media sosial seperti Instagram, WhatsApp dan Shopee.

Produk ini mendapat sambutan yang antusias dari kalangan perempuan terutama para mahasiswa.

Para konsumen yang membeli produk ini berasal dari daerah yang bervariasi mulai dari  Jawa Tengah hingga Jawa Barat. (tro).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here