Pengukir dan Pelukis Kaligrafi, Karang Pucung Kurang Mendapat Perhatian Pem Kab.

0
638
Cilacapnews.com  – Melalui karya seni ukir dan kaligrafi seseorang dapat memperkenalkan bakat, kemampuan dan hasil karya mereka ke publik serta mengkomunikasikan apa yang di pikirkan mereka melalui tangannya.
Darlam ( 50 ) sosok dari Desa Gunung Telu Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap sudah 7 tahun menggeluti usaha mengukir dan kaligrafi. Keahliannya dalam mengukir sudah banyak menghasilkan karya yang apik dan imajinatif, tema yang di tuangkan di ambil dari berbagai karakter kehidupan yaitu seni pewayangan, kaligrafi ayat – ayat Qur’an, pemandangan, hewan, dan kultur manusia. Puluhan hasil karya Darlam terpampang di galeri beliau, dengan di bantu 2 orang anak buahnya karena keterbatasan dana dan minimnya pemasaran sehingga Darlam tidak bisa merekrut pekerja lebih banyak lagi. Hasil karya Darlam dan keberadaan dia tidak banyak di ketahui oleh masyarakat luas karena terkendala oleh dana, segi pemasaran dan kurang optimal perhatian dari pihak terkait.
Padalah menurut Darlam kepada media, Minggu ( 1/10/17 ), Jika karya ukiran dan kaligrafi dapat perhatian dan di bantu dalam pemasarannya sangat bermanfaat, Hasilnya tidak hanya pelestarian budaya yang terjaga, Namun bisa juga di manfaatkan sebagai salah satu Potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
Menurut Tokoh Pemuda Karang Pucung Ari Supriyanto ( 23 ), pemuda seusianya lebih memilih bekerja di kota, Ari menyadari generasi tua yang masih bisa mengukir apabila tidak di teruskan oleh generasi muda penerusnya maka akan Seni Ukir dan kaligrafi akan musnah.
” Tugas kita sebagai generasi penerus mempertahankan tradisi dan karya ukiran dengan mengangkat tema budaya dan religi di Indonesia seperti pewayangan, dan kaligrafi , selain itu bakat para pemuda bisa tersalurkan dalam karya mereka, ekonomi mandiri dan pengembangan potensi ,serta menambah nilai ekonomis untuk masa depan para pemuda itu sendiri , ” tandas Ari.
Dalam proses seni mengolah karya ukiran pembuatannya memang masih di warnai oleh faktor ketrampilan tangan dan cara – cara tradisional sehingga dapat menimbulkan kesan seni yang alamiah, ukiran dan kaligrafi Darlam peminatnya cukup menakjubkan dari masyarakat lokal hingga sampai ke Cina dan Malaysia, sayangnya untuk wilayah Cilacap sendiri belum banyak peminatnya.
” Sempitnya wilayah pemasaran dan kurangnya promosi sebagai salah satu penyebabnya , ” ujar Darlam.
” Pemasaran juga salah satu kendala yang di hadapi kami sebagai salah satu pengusaha dalam bidang ukiran dan kaligrafi karena jumlah produksi tergantung dengan pesanan dan tingginya permintaan pasar, semakin banyak pesanan semakin banyak pula proses produksi yang di hasilkan. Pengusaha Seni Ukir memerlukan modal yang cukup, tenaga kerja terampil bahan baku yang cukup dan berkwalitas hingga menghasilkan karya yang maksimal , ” lanjut nya.
” Penghambat perkembangan karya seni ukir adalah faktor – faktor produksi yang kurang mencukupi untuk kebutuhan proses pembuatan ukiran, bahan mengukir di dapat dari Kayu Jati, Mahoni, Bambu, kayu nangka, trembesi serta menggunakan alat pahat dalam pembuatannya. Sekiranya mohon ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam hal pemasaran dan bantuan modal sehingga bisa menambah nilai ekonomis masyarakatnya, apabila karya kami sudah banyak pembelinya dan luas peminatnya sehingga kami bisa merekrut pekerja dalam memberdayakan sumber daya manusianya dan sekaligus membantu pemerintah dalam program mengentaskan pengangguran, ” pungkas Darlam. ( nani ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here