Petani di Banyumas Memilih Menyimpan Hasil Panen, Turunnya Harga Pasaran Padi Kering

0
72

Banyumas, cilacapnews.com – Ditengah wabah Covid 19, Petani padi di desa Alasmalang, kecamatan Kemranjen, kabupaten Banyumas menjerit dengan turunnya harga penjualan padi kering.

Hasil panen padi kali ini tidak dapat seketika terjual, dikarenakan harga jual tidak menutup operasional dan jika dipaksakan untuk dipasarkan, maka petani akan mengalami kerugian.

Sodirin petani asal desa Alasmalang, kecamatan Kemranjen menyampaikan, bahwa panen padi kali ini tidak dapat langsung terjual, dikarenakan harga jual amat rendah dan tidak dapat menutup operasional.

“Ditingkat tengkulak, harga gabah kering harga 370 ribu perkwintal, ya kami mengalami kerugian jika dipaksakan untuk dipasarkan,”katanya kepada cilacapnews.com (07/08/2021)

Dia menambahkan, kami petani lebih memilih untuk bertahan dan menyimpan padi hasil panenan, hal yang demikian untuk sambil menunggu harga jual padi kering kembali normal.

“Harapan kami selaku petani, dimasa pandemi yang serba susah ini, semoga harga jual padi kering dapat kembali normal, agar supaya para petani dapat menanam padi kembali,”pungkasnya.(hd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here