Polemik Dana Aspirasi Yang Menimbulkan Keresahan di Masyarakat

0
349

PURWOKERTO (cilacapnews.com) – Dana aspirasi juga disinyalir tidak dapat mencapai motif awalnya, yaitu pemerataan pembangunan dan pertumbuhan daerah. Karena dana tersebut diberikan berdasarkan jumlah wakil rakyat per Dapil yang tentunya setiap wilayah berbeda.

Anggota DPRD berkewajiban reses untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dan dari hasil reses tersebut menjadikan anggaran DPRD terkait pembangunan atau pekerjaan fisik yang ada kaitannya dengan pihak dinas terkait.

Agus Lestiyono Ketua Marcab LMP (Laskar Merah Putih) kabupaten Banyumas mengatakan bahwa, diduga adanya penyalah gunakan dana aspirasi tersebut untuk dijual belikan kepada rekanan 5 persen – 7,5 persen.

“Sebenarnya dana aspirasi sudah menjadi kewenangan dinas-dinas terkait, dan yang menentukan CV adalah dari dinas terkait, tetapi karena adanya diduga indikasi penyelewengan justru CV yang menentukan. “jelas Agus.

Ia menambahkan, bahwa ketua Anggota DPRD kabupaten Banyumas, Budi Setiawan ketika dikonfirmasi oleh Agus terkait hal ini mengatakan, bahwa masukan-masukan dari Agus positif dan baik. Dan mudah-mudahan kedepan bisa mengikuti aturan yang ada.

“Kami berharap untuk teman-teman saya yang ada di DPRD supaya kedepannya bisa bekerja sesuai tupoksinya masing-masing. “pungkas Agus.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Purwokerto, Pardiono, SH ketika dikonfirmasi oleh Agus mengatakan, kita akan tindak lanjuti dengan adanya dugaan penyelewengan dana aspirasi tersebut.(cn/hd/02).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here