Proyek Pengolahan Sampah Refuse Derived Fuel (RDF), Cilacap Telan Dana 80 Miliar

0
493
Cilacapnews.com – Proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah domestik  yang menelan biaya investasi sekitar 80 Miliar yang akan di bangun di lahan Pemerintah Kabupaten Cilacap seluas 1,1 hektar di rencanakan akan rampung pada kuartal ketiga tahun 2018.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan di saksikan oleh Pemerintah Denmark dan PT Holcim Indonesia Tbk melakukan peletakan batu pertama dan penandatanganan nota kesepahaman Proyek Pengolahan Sampah menjadi Refuse Derived Fuel ( RDF ) bertempat di TPA Tritih Lor Kecamatan Jeruk Legi Kabupaten Cilacap, Rabu ( 26/7/2017).
Dasar dari proyek ini untuk menangani permasalahan persampahan yang saat ini di hadapi oleh Kabupaten Cilacap sebagai kabupaten terluas di Jawa Tengah dan mempunyai penduduk terpadat no 2 se Jawa Tengah.
Empat TPA yang tersebar di wilayah Tritih Lor, Sidareja, Binangun dan Majenang masih belum dapat menampung seluruh sampah dengan baik.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmiko mengawali peletakan batu pertama pembangunan proyek pengolahan sampah di TPA Jeruk Legi.
” Kami optimis kalo proyek ini bagus kami akan memohon pengolahan sampah tidak hanya di laksanakan hanya di Cilacap tetapi  juga di kembangkan di daerah lain yg potensi sampahnya besar karena sampah di mana – mana menjadi masalah kalo ini bisa di olah dengan sistim RDF dan hasilnya bagus maka bisa menjadi langkah awal bagi semua pihak untuk dapat memberikan solusi alternatif bagi masalah persampahan dalam skala nasional , ” ujar Heru.
Pemerintah Denmark melalui program ESP3 – nya berkontribusi membiayai pengadaan peralatan mekanikal dan elektrikal Rp 43 miliar.Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun  sarana dan prasarana utama Rp 25 miliar , Pemprov Jateng memberikan bantuan keuangan untuk membangun sarana penunjang Rp 9 miliar serta memberikan bantuan biaya operasional selama 5 tahun pertama Rp 7 miliar, sedang Cilacap berupa investasi lahan dan armada pengangkutan sampah sejumlah Rp 3 miliar di tambah perkiraan komitmen biaya operasional sampai tahun 2031 sejumlah 60 miliar.
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menghimbau kepada masyarakat mempunyai kesadaran dalam melawan sampah dengan menjaga kebersihan.
” Dengan membuang sampah di bank sampah dan akan di beli sampahnya biayanya bisa menambah untuk membayar sekolah anak – anaknya ,” katanya.
” Metode RDF ini di harapkan dapat berhasil dan berkelanjutan hingga masalah sampah bisa di atasi dan bisa memberi nilai tambah yang lebih besar bagi perbaikan lingkungan di Indonesia khususnya di Cilacap ,” ungkapnya.
Pada tahap operasional fasilitas pengolahan 120 ton sampah domestik setiap harinya akan di olah menjadi metode pengeringan secara biologi ( bio drying ) untuk di jadikan RDF yang merupakan salah satu jenis bahan bakar alternatif yang akan di manfaatkan sebagai substitusi bahan bakar batu bara dalam proses klin pabrik semen.(nani / 050904).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here