Rangkaian Prosesi Harlah LBH-PK Ke 18 Tahun. Kali Ini Ziaroh Ke Maqom Adipati Wirasaba Purbalingga

0
115

PURBALINGGA (cilacapnews.com) – Laku, perjalanan spiritual dalam rangka rangkaian prosesi Hari Lahir (Harlah) ke-18 Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran (LBH-PK) Pusat akhirnya sampai juga di sebuah desa bernama Wirasaba. Kemarin, pada Sabtu siang (29/5) Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran (LBH-PK) Pusat berziaroh ke maqom Adipati Wirasaba di Desa Wirasaba tepatnya Dusun 3. Desa Wirasaba masuk dalam wilayah Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

Purbalingga di masa silam adalah Kadipaten Wirasaba yang menjadi cikal bakal pembentukan empat kadipaten yakni Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas dan Cilacap. Dengan demikian Purbalingga memiliki makam-makam leluhur pendiri Kadipaten Purbalingga yaitu makam Arsantaka, Giri Cendana, Giri Purna, Adipati Onje dan Adipati Wirasaba.

Seolah ada yang memberitahu, kedatangan LBH-PK Pusat sudah di sambut Kiai Lukman, juru kunci makam Adipati Wirasaba. Saat LBH-PK datang, Kiai Lukman sedang berdiri di pelataran pendopo makam Adipati Wirasaba yang nampak masih bagus, indah dan asri tersebut lantaran belum lama di renovasi oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto beberapa waktu lalu.

Turun dari mobil, Hartomo, SH., MH langsung menyambangi sang juru kunci, berbicara sebentar menyampaikan maksud tujuan ziaroh. Kemudian Hatomo bersama juru kunci menuju pusara makam Adipati Wirasaba. Mafhumnya prosesi ziaroh, dipimpin juru kunci lantunan kalimat dzikir, tahlil dan doa bergema di komplek pemakaman Adipati Wirasaba.

Usai ziaroh Hartomo mengatakan dirinya mendapat amanah, mandat dari ketua umum LBH-PK H. Sugeng, SH., MSI untuk berziaroh ke makam para ulama, auliya, waliyulloh dan leluhur di wilayah Banyumas Raya.

Sebagaimana diketahui bahwa Harlah LBH-PK ke-18 saat ini berada di musim pandemi Covid-19. Karenanya, masih kata Hartomo, sesuai arahan ketua umum, Harlah LBH-PK dilaksanakan dengan sangat sederhana yakni tasyakuran dan ziaroh.

“Harlah LBH-PK ke-18 sesuai arahan ketua umum H. Sugeng, SH., MSI bertemakan ‘Tingkatkan Kinerja, Pertahankan Prestasi’ ini masih dalam masa pandemi Covid-19 jadi dilaksanakan sederhana hanya tasyakuran dan ziaroh sebagai media berkirim doa juga instrospeksi diri dan meneladani mereka para ulama, auliya, waliyulloh juga leluhur di Banyumas Raya,” kata salah seorang yang menjadi anggota dewan pendiri LBH-PK tersebut.

Kadiv Organisasi, Sumber Daya Manusia dan Program Bantuan Hukum itu mengungkapkan rasa syukurnya dalam mengemban misi LBH-PK Pusat untuk berziaroh bisa sampai di maqom Adipati Wirasaba. “Bahagia bisa menjalankan amanah dari ketum untuk berziaroh dan sampai di Adipati Wirasaba,” ungkap pria yang menjabat juga sebagai Plt Ketua LBH-PK Cabang Banyumas pada awak media cilacapnews.com.

Masih kata Hartomo bahwa ketua umum ada di Jakarta untuk bersidang di KPK sehingga belum bisa inten berziaroh di Banyumas Raya karenanya memberikan amanah dan mandat kepada dirinya sebagai sesama dewan pendiri LBH-PK.

Sementara itu dari berbagai sumber sejarah di sebutkan bahwa pada jaman Majapahit di daerah Banyumas sudah terdapat pemerintahan yang dipimpin oleh seorang adipati atas daerah yang dikenal dengan “Paguwon”. Adipati daerah paguwon (yang kelak di kenal sebagai Wirasaba) dipimpin oleh Adipati Wirahudaya yang berkuasa antara tahun 1413-1433.

Wirahudaya selanjutnya digantikan anak angkatnya Raden Katuhu yang bergelar Adipati Anom Wirahutama (dikenal sebagai Adipati Wirahutama I Wirasaba). Raden Katuhu adalah putra Raden Baribin yang menikah dengan Ratna Pamekas. Adipati Wirahutama oleh Majapahit di ijinkan memperluas wilayah kadipaten sampai ujung timur hingga lereng barat gunung Sindoro Sumbing di wilayah Kedu. Daerah ini dikenal sebagai Kadipaten Wirasaba.

Kemudian pemerintahan di Kadipaten Wirasaba dikenal secara turun-temurun selama enam generasi yaitu; Pertama, Adipati Wirahutama (Raden Katuhu). Kedua, Adipati Urang. Ketiga, Adipati Sutawinata (Surawin). Keempat, Adipati Sura Utama (Raden Tambangan). Kelima, Adipati Warga Utama I. Keenam, Adipati Warga Utama II (Adipati Mrapat) hingga jaman Kesultanan Pajang.

Pada masa pemerintahan Sultan Pajang I Hadiwijaya (1546-1582) ini di Wirasaba sudah sampai pada masa pemerintahan Adipati Wirasaba VI yaitu Raden Bagus Suwarga dengan gelar Adipati Wargahutama I. (cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here