RATUSAN WARGA WINONG KARANG KANDRI TUNTUT DLH TUNTASKAN MASALAH DEBU PLTU

0
388

Cilacapnews.com . Cilacap – Ratusan warga Dusun Winong, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah,  yang tergabung dalam Forum Masyarakat Winong Peduli Lingkungan (FMWPL) berunjuk rasa di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Senin (30/09/19).

Mereka menuntut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar segera menyelesaikan permasalahan terkait pencemaran lingkungan akibat Debu dan Limbah PT S2P, PLTU Karangkandri, Cilacap di Dusun Winong tempat tinggal mereka.

Beberapa tahun terakhir, Ash Yard (tempat pembuangan limbah B3) PLTU yang berdekatan dengan permukiman warga tersebut menyebabkan munculnya banyak debu. Oleh karena itu, warga meminta agar Ash Yard (tempat pembuangan limbah B3) yang berjarak hanya 5 meter dari permukiman warga untuk segera dipindahkan.

Koordinator aksi, Agus Mulyadi saat ditemui mengatakan pencemaran lingkungan akibat debu dan limbah PLTU Karangkandri, Cilacap memberikan dampak buruk pada kualitas lingkungan hidup, kesehatan, kenyamanan warga, rusaknya sumber air warga, dan ekonomi di Dusun Winong.

“Ada kurang lebih 300 KK dan 75 persen dari anak-anak kami yang terkena dampak debu itu dan telah kami rasakan kurang lebih lima tahun lamanya,” ungkapnya.

Awaluddin Muuri Kepala DLH Kabupaten Cilacap, saat ditemui awak media  memberikan responnya dengan mempersilahkan 15 perwakilan warga Winong untuk audensi.

Dalam audensi tersebut, perwakilan warga, Riyanto meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilacap agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut selama satu bulan. Apabila tidak terpenuhi, warga akan menutup paksa PLTU

.

“Apabila DLH tidak bisa menyelesaikan dalam waktu satu bulan, kami akan masuk ke dalam lokasi dan menutup bersama,” tegas Riyanto. Pemasangan paranet oleh tim gabungan dinilainya bukan merupakan solusi dan tidak akan menyelesaikan masalah.

Masih menurut  Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Cilacap, Awaluddin Muuri pihaknya  akan segera menyelesaikan persoalan debu dampak pengolahan limbah B3.

“Intinya kami akan bergerak cepat terkait apa yang diinginkan warga dan kami berencana akan memasang penutup secara menyeluruh pada tempat pembuangan limbah B3,” pungkasnya. (Gal/gisa/CN/001)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here