Tasyakuran dan Potong Tumpeng, Peringati Harlah LBH-PK Yang Ke 18 Tahun

0
115

PURWOKERTO (cilacapnews.com) – Kantor pusat Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran (LBH-PK) di Kranji, Purwokerto menggelar tasyakuran (walimah) dan potong tumpeng pada Sabtu (15/5).

Tasyakuran atau walimah dilaksanakan sebagai puncak acara rangkaian peringatan Harlah LBH-PK yang di peringati setiap 14 Mei pada setiap tahunnya.

Sebelumnya tepat pada hari kelahirannya yakni 14 Mei digelar ziaroh ke makam Raden Sayyid Kuning di Onje, Purbalingga. Ziaroh dipimpin langsung pendiri, direktur sekaligus ketua umum LBH-PK H. Sugeng, SH., MSI dan di ikuti sesama kolega sebagai pendiri Hartomo, SH., MH.

Hadir dalam acara tasyakuran sejumlah pendiri seperti H. Sugeng, SH., MSI (Direktur, Ketua Umum), Slamet Kusnandar, SH (Wakil Ketua Umum), Diah Ariwati, SH (Sekretaris Jenderal), Hartomo, SH., MH (Kepala Divisi Organisasi, Sumber Daya Manusia dan Program Bantuan Hukum, Plt Ketua LBH-PK Cabang Banyumas).

Hadir juga Kadiv Humas LBH-PK Pusat Hangsi Priyanto, SH., MH, Kadiv IT Dwiyan Adistira, S.Kom, para advokat dari LBH-PK Cabang Banyumas, LBH-PK Cabang Purwokerto dan staf.

Rangkaian acara di buka dengan membaca ummul kitab suratul Fatikhah di lanjutkan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran oleh Kyai sekaligus advokat tertua LBH-PK di wilayah Barlingmascakeb Sahron, SH sekaligus membacakan doa di penghujung acara. Memasuki acara inti adalah sambutan sekaligus pidato selayang pandang historisitas berdirinya LBH-PK oleh ketua umum H. Sugeng, SH., MSI.

Memulai sambutannya ketua umum mengucapkan selamat memperingati Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/13 Mei 2021 M kepada seluruh keluarga besar LBH-PK di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yakni pengurus pusat, korwil dan cabang.

Selanjutnya ketua umum menegaskan kembali bahwa dalam sejarahnya LBH-PK didirikan oleh tujuh orang advokat muda yang kritis, idealis serta visioner yaitu ia sendiri (yakni H. Sugeng, SH., MSI), Slamet Kusnandar, SH, Diah Ariwati, SH, Waslam Makhsid, SH, Hufron, SH, Nur Eka Rahmanto, SH, dan Hartomo, SH., MH. “Jadi ada proses dan dialektika panjang yang menjadi titik balik berdirinya LBH-PK,” kata Sugeng saat mengupas sisi historis berdirinya lembaga yang dipimpinya itu.

Tak hanya sampai di situ saja, sebagai pendiri Sugeng mampu mengupas setiap momen, kejadian, peristiwa penting yang terjadi di LBH-PK sampai saat ini. Semisal saat belum terbitnya UU bantuan hukum gratis bagi orang miskin dimana saat itu dirinya menerapkan kebijakan “subsidi silang” untuk memutar roda lembaga sehingga walaupun tidak ada donatur tetapi LBH-PK tetap mampu membantu orang miskin dan tak mampu saat berhadapan dengan hukum.

Kemudian angin segar berhembus dari Cordaid Belanda yang menjadi lembaga donor bagi LBH-PK. Sampai pada akhirnya Sugeng mendapat wawancara dari Bank Dunia kemudian tak berapa lama muncul UU bantuan hukum gratis bagi orang miskin. Disinilah untuk selanjutnya pendanaan Organisasi Bantuan Hukum (OBH) di tanggung oleh pemerintah/kementerian melalui APBN/APBD Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia.

Sugeng mematok tema Harlah LBH-PK Ke-18 pada tahun ini adalah “Tingkatkan Kinerja, Pertahankan Prestasi”. Menurut Sugeng apa saja yang terjadi di lembaganya termasuk berbagai prestasinya adalah anugerah dari AllahSWT. Sebagai mana pasal pertama pada lima karakter yakni keyakinan. ” Yakin bahwa AllahSWT sudah menyediakan rizki bagi setiap hambaNYA. Saat berlembaga pun keyakinan itu harus tertanam kuat di hati setiap advokat LBH-PK,” ucapnya.

Profesi advokat, kata Sugeng adalah profesi mulia dilindungi UU dan profesi yang menuntut kejujuran super ektra dalam aplikasinya. “Disini maka korwil dan cabang yang sukses adalah dilihat dari kontribusinya kepada pusat,” tegasnya.

Dipenghujung pidatonya Sugeng menyampaikan data terakhir jumlah advokat yang berhimpun di LBH-PK yakni ada 159, sementara untuk jumlah korwil dan cabang masih terus bertambah. Acara diakhiri dengan potong tumpeng oleh Kyai sekaligus advokat tertua di LBH-PK Sahron, SH yang di berikan kepada ketua umum H. Sugeng, SH., MSI.

Sebagai informasi pandemi Covid19 memang merubah semua pola kehidupan. Sebelum pandemi rangkaian Harlah LBH-PK digelar besar-besaran, melibatkan banyak komponen masyarakat, instansi dan stakeholder.

Saat ini pelaksanaan Harlah LBH-PK dilakukan dengan cukup sederhana tanpa mengurangi substansinya yakni ajang silaturahmi, evaluasi dan instrospeksi diri atas peran-peran yang sudah dilakukan oleh lembaga baik peran dalam ranah program Litigasi maupun Non Litigasi.

“Mari tingkatkan rasa dan perwujudan syukur kita atas semua anugerah AllahSWT pada lembaga ini. Lembaga ini adalah wasilah pengabdian, perjuangan pada bangsa, negara, masyarakat dan agama. Lembaga ini juga telah membesarkan kita semua sebagai advokat,” pungkas advokat kondang asal Desa Cendana Kecamatan Kutasari, Purbalingga tersebut. (cn/tro/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here