Warga Dusun Krikil Desa Karangreja Maos, Peringati Isra’ Mi’raj.

0
720

Cilacapnews.com. Cilacap – Bertempat di Masjid Baiturrahmat desa Karangreja kecamatan Maos kabupaten Cilacap Jawa Tengah- Senen  (30/4/2018) warga dusun Krikil desa Karangreja memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Ustadzah Afivah Fatur Rohmania dari Kali Ori Banyumas, walaupun kehadiranya cukup terlambat sehingga membuat panitia was was, bisa menghipnotis jamaah untuk tekun mendengarkan apa yang disampaikan

Dalam ceramahnya Ustadzah Afiv biasa disapa, menyampaikan ada beberapa golongan, umat nabi yang disaksikan dan ditemui saat Isra dan Miraj yaitu,

Orang-orang yang gemar bersedekah,  Nabi melihat golongan ini sering memanen tanaman yang baru ia tanam, setelah dipanen, tanaman tumbuh kembali, begitupun seterusnya sehingga hasil panen mereka melimpah ruah.

Orang-orang yang senantiasa berpegang teguh pada agama Allah, Ketika itu nabi mencium bau harum, ternyata ketika ditanyakan kepada Jibril, bau harum tersebut berasal dari keluarga besar Masyitah yang dimasak hidup-hidup oleh Fir‘aun karena tidak mau mengakuinya Fir’aun sebagai Tuhan.

 Pemalas mengerjakan shalat fardhu, Saat itu Nabi melihat sekelompok orang yang kepalanya pecah. Kejadian itu berlangsung berkali-kali. Nabi kemudian menanyakan ikhwal itu kepada Jibril yang mendampinginya.

Jibril mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang kepalanya berat untuk melaksanakan shalat fardhu sehingga urung menunaikannya, Itulah siksaan yang akan diterima orang yang malas melaksanakan kewajiban shalat fardhu di hari pembalasan nanti.

Orang-orang yang enggan bersedekah, Setelah itu Nabi SAW menyaksikan beberapa orang yang memakan pohon dhari‘ (pohon kering dan berduri), zaqqum (tumbuhan yang rasanya pahit) dan batu yang panas. Ketika ditanyakan kepada Jibril, orang-orang ini adalah orang yang tidak mau bersedekah.

Pezina yang lebih memilih wanita lain di luar istrinya sendiri, Kelompok orang ini digambarkan pada saat itu seperti orang yang menggenggam daging empuk dan daging busuk. Namun orang-orang itu memilih memakan daging busuk dari pada daging empuk yang dibawanya. Orang-orang ini, menurut Jibril, adalah orang yang lebih memilih tidur dengan perempuan lain padahal ia memiliki istri yang sah.

Para dai yang tidak mengamalkan ucapannya, Para dai ini dilihat oleh nabi seperti sekelompok orang yang lidah dan mulut dipotong dengan menggunakan gunting besi. Setelah dipotong, mulut dan lidah mereka tumbuh seperti semula, Kejadian itu selalu berulang ini  diumpamakan para dai yang hanya mampu ceramah dan berorasi namun tidak mampu mengamalkan ceramahnya untuk diri sendiri.

Sementara ini menurut ketua Panitia Giri Santosa saat dimintai komentarnya,  berharap agar acara ini bisa rutin dijalankan dan hasilnya dapat diamalkan oleh para jamaah walaupun ada ketelambatan dari ustadzahnya alhamdulillah jamaah bertahan hingga akhir acara

Acara yang dihadiri Forkompimcam Maos, Babinsa, Babinkamtibmas juga masyarakat diluar Karangreja berakhir pukul 24.00 WIB.dan ditutup dengan do’a.(Tim CN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here